21 Januari 2013

Update 24 : Pair-a-Dimes

"There is no reason for any individual to have a computer in their home." -Kenneth Olsen, President and Founder of Digital Equipment Corporation, in 1977

"We don't like their sound. Groups of guitars are on the way out." -Decca Records rejecting The Beatles, in 1962.

What do these two list of statements have in common ? First, they are all perceptions about the way things are. Second, they are all inaccurate or incomplete, even though the people who said them are convinced they're true.

Another word for perceptions is paradigms. A paradigm is the way you see something, your point of view, frame of reference, or belief. As you may have noticed, our paradigms are often way off the mark, and, as a result, they create limitations.

Paradigms are like glasses. When you have incomplete paradigms about yourself or life in general, it's like wearing glasses with the wrong prescription. That lens affects how you see everything else. As a result, what you see is what you get. If you believe you're dumb, that very belief will make you dumb. If you believe someone else is dumb, you'll look for evidence to support your belief, find it, and he/she will remain dumb in your eyes.

Paradigms and Principles, The 7 Habits of Highly Effective Teens, Sean Covey.

[+/-] Klik buat Lanjut..

02 Oktober 2012

Update 23 : People Watching

Kegiatan kurang kerjaan yang baru-baru ini saya kenal adalah people watching, aktifitas yang mungkin tanpa disadari sering dilakukan oleh orang-orang, tapi hanya sambil lalu saja.

Intinya, untuk melakukan people watching itu kamu hanya butuh diam, mengamati seorang target yang sekiranya tidak sedang terburu-buru segera pergi dari sekitarmu dan mulai menarik kesimpulan mengenai segala informasi mengenai orang tersebut, tanpa melakukan kontak verbal.
Ya, memang sepintas mirip seperti profliling atau yang bahasa kerennya disebut "ngerasani'.
Bedanya, dalam people watching dilarang keras memasukkan unsur subjektifitas dalam proses menarik kesimpulan. No opinions, just facts ! Itulah sebabnya mem-people watching kerabat sendiri terkadang lebih sulit daripada orang asing.

Dalam proses penarikan kesimpulan tersebut,  digunakan kerangka berpikir deduksi.
Mulailah dengan pertanyaan mendasar hingga nanti terdapat fakta yang menarik perhatian dan menuntun kepada pertanyaan yang lebih mendalam.
Misalkan kamu sedang di bandara, cari seseorang, dan amati.
Apa yang orang itu lakukan ?
Bagaimana mood-nya ?
Apakah status sosialnya ?
Bagaimana pakaiannya, fashionista atau fashion nista ?
Apa pekerjaannya ?

Seringkali pakaian merupakan hal yang paling banyak memberi informasi tentang seseorang. Misal kantong celana yang menggelembung di kiri belakang tempat menyimpan dompet pria menunjukkan bahwa dia kidal, perhiasan yang berlebihan menunjukkan status sosial yang tinggi, dan lain sebagainya.
Area wajah juga memberikan banyak petunjuk, Ukuran dari mata yang kelopaknya membuka melebihi proporsi normal mungkin menunjukkan bahwa ia mengenakan contact lens, terutama jika irisnya berwarna mencolok. Facial hair juga menunjukkan sifat seseorang, berdasar pada apakah dia tipe orang yang peduli dengan penampilan atau tidak. Rambut atau janggut yang dibiarkan tanpa perawatan bisa saja menunjukkan betapa ignorant-nya orang tersebut.

Contoh lainnya, suatu pagi kamu melihat teman sekelas yang kamu kenal baik dengan kondisi penampilannya terkesan berantakan, padahal kesehariannya dia adalah orang yang selalu tergolong rapi. Mengapa bisa berantakan ? mungkin karena dia tergesa-gesa untuk segera berangkat. Mengapa tergesa-gesa ? bisa saja malam sebelumnya dia kurang tidur dan terlambat bangun. Mengapa kurang tidur ? nah, mulai dari sini pertanyaannya mulai menjadi 'dalam" karena banyaknya kemungkinan yang ada dan oleh karenanya dibutuhkan informasi tambahan untuk meneruskannya. Info tambahan bisa didapat jika mendengarkan percakapannya, atau bertanya secara langsung kepadanya dan otomatis menghentikan kegiatan people watching karena ada kontak verbal secara langsung.

Menurut pendapat pribadi, people watching bisa melatih kemampuan memilah objektivitas dan subjektivitas, meningkatkan environtment awareness, dan bisa menjadi cara bagi mereka yang pemalu ataupun anti sosial untuk mulai meningkatkan keberanian sosialnya. Yang jelas, dengan melakukan kegiatan ini bisa melatih kepekaan seseorang hingga hal-hal yang mendetil sekalipun.

Tapi ya itu tadi, jika tidak bisa memisahkan subjektifitas dan kurang peka , bisa-bisa yang sering terjadi adalah menggeneralisasi seseorang dan hasil interpretasinya malah menjadi salah 100%.
Setidaknya ketika kita sedang bosan, people watching bisa menjadi bahan hiburan, dan menghindari
adannya "mati gaya" kan ?

[+/-] Klik buat Lanjut..

06 September 2012

Update 22 : Time Machine

Harusnya site ini bernama "Mesin Waktu",
Terakhir posting di bulan Maret, eh tahunya sekarang udah bulan September.

Cepet.
Waktu cepet berlalu.
Cuma butuh 9 postingan blog semenjak baru jadi mahasiswa, bercerita dengan heboh tentang tempat kost baru, kota hunian baru, jalan hidup baru, sejak Update 16 hingga saat ini, mahasiswa arsitektur tingkat tiga.

Siapa tahu nanti ketika telah wisuda sarjana,
Ketika sudah saatnya mencari nafkah secara profesional,
Ketika tiba saatnya menggantikan tanggung jawab orang tua,
Mungkin saja saya ingin kembali menengok ke masa ini.

Membaca kembali tulisan-tulisan yang mencerminkan pola pikir saya pada masa silam,
Mengingat kembali apa yang telah terlupa,
Meninggalkan jejak.

[+/-] Klik buat Lanjut..

09 Maret 2012

Update 21 : Sagacious

Keisengan memabawa saya ke sebuah website yang menyediakan layanan identifikasi personality seseorang serta mengasosiasikannya dengan karakter dalam sebuah medieval civilization.

http://www.7personalitytypes.com/


Setelah menjawab serangkaian pertanyaan 'ya atau tidak', hasilnya kurang lebih memang sesuai dengan ekspektasi saya:

The Sage Personality

The Sage is the cardinal expression Role. The key to this personality is communication, which Sages do exceptionally well, mainly through words but also through performance. They are the storytellers of the tribe, with a built-in flair for drama and comedy and the ability to use words with wit, style and originality. Loving the limelight, they come alive in front of an audience and are often good raconteurs who regale their friends and anybody else in earshot with jokes and anecdotes and can keep a dinner party entertained for the whole evening. They believe, along with the Sage dramatist Shakespeare, that ‘All the world’s a stage, and all the men and women merely players’ – with themselves in the starring role.

The paradox of this Role is that it has two quite different though related facets or modes of expression: wit and wisdom. Humour is a Sage’s lifeblood. Everything that happens to them, however unlikely or unpromising, can be turned into a joke or amusing story. They are great improvisers who can invent new jokes or embellish old ones on the spot and never fluff the punchline. However, they also have a more serious, philosophical side. ‘Sage’ literally means ‘wise one’, as in ‘sagacious’, which the dictionary defines as ‘mentally penetrating, gifted with discernment, having practical wisdom’. So Sages can have gravitas, particularly at the relationship or philosophical Perspectives, and may turn their excellent minds to writing, teaching and exploring the human condition. They value knowledge not for its own sake but as a means to wisdom. Most would agree with the biblical proverb that ‘The price of wisdom is above rubies.’

There is an integral connection between these apparent opposites, which come together when Sages are operating from their positive pole: communication. Everybody communicates, but for Sages it is their speciality and one which they can develop to the highest degree. Whether telling a story, declaiming from a soapbox, acting on stage, making an after-dinner speech, teaching a class, selling a used car or defending a client in court, they have the gift of the gab. It is not just about talking but sharing and disseminating their wit and wisdom, getting from ‘me’ to ‘we’. They delight in charming, swaying and enlightening their audience, winning their love and applause.

Hanya saja, dalam hal humor mungkin saya lebih ke penikmat daripada pencipta lelucon. *sigh*

[+/-] Klik buat Lanjut..

25 Februari 2012

Freak 3 : Requiescat In Pace

Mungkin ini salah satu dari sekian banyak post dengan label 'Freak' di blog ini yang mana isinya mengenai obsession dan passion saya terhadap dunia video gaming. Kenapa sampai sebegitu freaknya saya ? Karena jarang ada game dengan jalan cerita yang bagus seperti serial "Assassin's Creed" ini.

Bercerita mengenai alternate dimension dari dunia nyata, pencipta game ini dengan cerdiknya mengkaitkan tokoh-tokoh bersejarah dunia dengan alur cerita yang disisipi berbagai teori konpirasi terkenal. Inti ceritanya mengisahkan tentang perseteruan dua faksi rahasia: Assassin Brotherhood dan Order of the Knights Templar sejak era perang salib hingga era modern tahun 2012 dengan sederet pelaku sejarah yang di'klaim' adalah anggota dari salah satu dari dua organisasi rahasia tersebut, seperti Leonardo da Vinci, Nicolaus Copernicus, Piri Reis, Mahatma Gandhi, Napoleon Bonaparte, Nikola Tesla, Thomas Alfa Edison, John F. Kennedy, hingga George W. Bush.


Tapi post kali ini didedikasikan untuk Grand Master Assassin Ezio Auditore da Firenze (1459-1524) yang perjalanan hidupnya dikisahkan dalam 3 judul game. Setelah pihak Ubisoft (developer game) memutuskan untuk menutup cerita Ezio dengan kematiannya pada umur 65 tahun, saya akhirnya merencanakan membuat postingan ini sebagai apresiasi terhadap karakter Ezio yang menurut saya begitu cemerlang. Maka, berikut ini adalah quote-quote sejak Ezio muda hingga menjelang kematiannya:


"It's been over ten years since I watched my father and brothers die. Ten years hunting the men responsible. I'm close to the end now, but no closer to knowing what any of it was for!"
―Ezio discusses his life as an Assassin


"Never listen to gossip, Leonardo, it will get you into trouble."
―Ezio to Leonardo da Vinci


"Killing you won't bring my family back. I'm done. Nulla e reale; tutto e lecito. Requiescat in pace. (Nothing is true; everything is permitted. Rest in peace.)"
―Ezio after defeating Rodrigo Borgia


"Hoshgeldin, kardeshim! (Welcome, brother!) Unless the legend is a lie, you are the man I've longed to meet. Renowned Master and Mentor, Ezio Auditore de la la la!"
―Yusuf Tazim first meeting with Ezio Auditore da Firenze.


"I knew I would not have enough time to do everything. Now I worry I do not have enough time to do anything."
―Ezio Auditore during his later years.


"When I was a young man, I had liberty, but I did not see it. I had time, but I did not know it. And I had love, but I did not feel it. Many decades would pass before I understood the meaning of all three. And now, the twilight of my life, this understanding has passed into contentment.

Love, liberty, and time: once so disposable, are the fuels that drive me forward. And love, most especially, mio caro. For you, our children, our brothers and sisters. And for the vast and wonderful world that gave us life, and keeps us guessing. Endless affection, mio Sofia.

Forever yours,
Ezio Auditore."
-Ezio's final letter to his wife.


Sebagai penutup, link wikia untuk Ezio Audiore da Firenze:

http://assassinscreed.wikia.com/wiki/Ezio_Auditore_da_Firenze

[+/-] Klik buat Lanjut..

01 Januari 2012

Update 20 : How to work better

Menjelang deadline tugas akhir semester 3 ini, entah mengapa saya seringkali tidak fokus dan malah melakukan hal-hal yang tidak berkaitan dengan tugas sama sekali, seperti yang saya lakukan sekarang ini.

Tapi jangan khawatir, saya telah merumuskan panduan agar kegiatan tidak produktif ini bisa segera berhenti, dan tugas-tugas bisa diselesaikan dengan gemilang sebelum deadline menerjang. How ?

1. Get off 9GAG.

2. Do one thing at a time.

3. Know the problem.

4. Distinguish sense from nonsense.

5. Accept change as inevitable.

6. Admit mistakes.

7. Say it simple.

8. Be Calm.

9. Smile.

[+/-] Klik buat Lanjut..

26 Desember 2011

Update 19 : Nothing to see here, move along

*SPOILER* Tidak ada guyonan yang terkandung dalam posting kali ini.

Latar belakang:
Handphone N70-ME telah purna tugas. (2007-2011)

Kegiatan:
Memindahkan database berupa text-based Quotes, Notes, Messages dari memori card N70-ME ke media lain yang memiliki aksesbilitas terjamin dalam jangka panjang.

Tujuan:
1) Menjaga memori agar dapat terus diakses di masa yang akan datang (Personal Log).
2) Menjaga kelangsungan hidup dari Mars' GO! Blog.

Resiko:
Konten memori menjadi bersifat publik.

Solusi:
Ga perlu dipeduliin.

Keterangan:
Secara tidak langsung melanjutkan edisi 'Update 14 : Quotes of My Life' mengenai segala memori yang terekam di akun Facebook pribadi.


ISI:

"Up ahead we'll talk about the many ways in which you and your dog are different. Read on and you'll see what I mean !"

"If who I am is what I have and what I have is lost, then who am I ? -Anonymous"

"The real tragedy is the tragedy of the man who never in his life braces himself for his one supreme effort-he never stretches to his full capacity, never stands up to his full stature. -Arnold Bennett"

"Whether I fail or succeed shall be no man's doing but my own. I am the force. -Elaine Maxwell"

"(R)eligion (E)ducation (S)ucceding (P)roductive (E)xpercise (C)aring (T)ruthful"

"Pride gets no pleasure out of having something, only out of having more of it than the next man. -C.S. Lewis"

"Life's most urgent question is: What are you doing for others ? -Martin Luther King Jr."

"We see them come. We see them go. Some are fast. And some are slow. Not one of them is like another. Don't ask us why. Go ask your mother."

"Kuasa manusia untuk memilih memungkinkannya untuk berpikir seperti malaikat atau iblis, raja atau budak. Apapun yang dipilihnya, akan diciptakan serta diwujudkan oleh pikirannya. -Frederick Bailes"

"Sukses itu guru yang payah. Ia membius orang-orang cerdas sehingga menganggap diri mereka tidak mungkin kalah. -Bill Gates"

"Beware the fury of a patient man. -John Dryden"

"Where love rules, there is no will to power, and where power predominates, there love is lacking. The one is the shadow of the other. -Carl Gustav Jung"

"My day ends with the sunrise. Things have changed for me, and that's okay."

"Mars Gradivus Albiorix"

"Ti voglio bene (Italy). Sukiyo, suki desu (Japan), qaparHa' (Klingon), Eu gosto de ti (Portugese)"

"L.O.V.E = Larky-Obsessional-Valuable Emotion"

"Saya tahu, saya banyak salah dan saya merasa bersalah kalau salah saya itu tidak disalahkan orang lain."

"Everyone are extraordinary, along with their own specialty"

"Eat, Pray & Runaway: Film yang bercerita tentang orang yang makan di restoran mewah, berdo'a agar uangnya cukup, tapi ternyata ga bawa dompet. Jadinya malah kabur."

"Manusia memang tidak pernah kehabisan daftar keluhan."

"Nulla e reale, tutto e lecito. Requiescat in pace. (Nothing is true, everything is permitted. Rest in peace)"

"Laa shay'a waquin moutlag, bale kouloun moumkine. (Nothing is true, everything is permitted)"

"Give it a go, give it a try."

"Today is your day. Otanjoubi omodetou Gozaimasu."

"Molto bene, Architetto, Cazzo, Merda.. See ? I do speak italian because of Ezio Auditore.."

"Dan disinilah kami, duduk sunyi di dalam dunia kami, dengan ratusan macam pikiran pada masing-masing kepala kami, menyusun argumen keras yang nantinya terlontar dari mulut kami, sekedar membuktikan jika ini jalan yang terbaik bagi kami."

"Mengendalikan pikiranmu = mengendalikan kehidupanmu."

"What are you ? Robot, or Alien ?"

"Just bad joke. Menyesallah telah membacanya."

[+/-] Klik buat Lanjut..

02 November 2011

Update 18 : Apologizing

Apologizing does not always mean that you are wrong and the other person is right.

It just means that you value your relationship more than your ego.

[+/-] Klik buat Lanjut..

07 Oktober 2011

Update 17 : Tinjauan Kualitas Pencitraan Diri Melalui Pendekatan Bidang Sosialisasi Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab Sesuai EYD

Pertama-tama, ijinkanlah saya memberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai betapa saya sangat setuju dengan suatu pernyataan bahwa fase kehidupan manusia sejak awal sampai akhir hayat adalah :

janin-bayi-batita-balita-bocah(anak-anak)-balita(bawahlimabelastahun)-remaja-ALAY-dewasa.


Saya jamin di jaman ke-galau-an ini hampir semua abege di nusantara ini mengalami siklus tersebut, dimana pencarian identitas ataupun jati diri mengalami kebimbangan ataupun kebuntuan. Bagi kita yang telah lepas dari masa-masa kegelapan itu, maupun bagi kita yang alay-nya kambuhan, janganlah bermuram durja. Sepertihalnya proses desain yang bagus dan benar, semuanya berawal dari sketsa. Sketsa kasar yang terbentuk dari hasil perawangan dan kebatinan yang belum tentu baik buruknya. Jarang ada sketsa yang benar-benar sesuai dan cocok bagi keinginan serta kebutuhan, karenanya kita terus membuat sketsa, lagi, lagi, dan lagi. Tapi siapa bilang sketsa itu tidak rupawan ? Siapa bilang alay itu tidak menarik ? semuanya punya kesan tersendiri tergantung siapa yang mempersepsikannya. Dan jika kita ingin menengok kembali seperti apakah kealay-an kita dahulu, coba cek foto akun friendster masing-masing, cek alamat e-mail pribadi, maupun cek gaya bahasa sms kita jaman SMP dahulu.

Sebagai tambahan, mohon jangan salah sangka, ada juga orang-orang yang menganggap sikap lebay (berlebihan) adalah sesuatu yang dianggap 'unik' dan 'antik' oleh orang kebanyakan, justru dipandang 'asyik' dan 'menarik' bagi mereka sendiri. Pada pandangan mereka (orang-orang unik ataupun disebut dengan kata merendahkan : alay) yang hidup diambang jaman dewasaan, anggapan dewasa = keseriusan/penuh beban menjadi tolak ukur utama. Itulah hasil penglihatan anak muda sekarang terhadap masa generasi sebelumnya.
Mereka berpikiran jika orang tambah tua akan tambah gampang stress, banyak tanggung jawabnya, tambah gampang marah, dan makin sedikit ketawa lepas.
Hasilnya, sebagian orang yang benar-benar merindukan kehidupan masa kecilnya akan sedikit-sedikit mencuri kesempatan untuk bersikap tidak dewasa. Jika tidak berhati-hati, sikap ini akan mengikis sikap dewasa dan menjadi perangkap mematikan, bukan, memalukan bagi mereka yang sebagian besar masa remaja hingga dewasa lebih banyak bertingkah lebay.

Tapi ingat, tidak semua ke'unik'an bisa secara langsung di-cap sebagai tindakan lebay. Ada juga yang memilih untuk berlebih-lebih karena memang ingin berbeda dari sikap orang kebanyakan. Mereka menganggap 'berlebihan' adalah bentuk dari sikap dan komunikasi yang inovatif, indie, breakthrough, maupun original yang biasanya menjadi selingan dalam bahasa percakapan maupun aktivitas sehari-hari. Sehingga jenis ini dikenal sebagai orang-orang yang menyenangkan dan humoris. karena tingkah mereka dianggap sebagai gurauan yang lucu dan tepat sasaran sesuai dengan situasi serta kondisi.

Kelompok sisanya, yang barangkali didominasi oleh mereka yang benar-benar terbebas dari aneka kealay-an jenis apapun atau malah alergi dari hal-hal demikian biasanya bersikap terlalu serius, sangat serius, dan serius-aholic. Kriteria lainnya adalah mereka merupakan orang-orang perkotaan dengan lifestyle tinggi dan punya pandangan sendiri mengenai cara-cara bersosialisasi yang baik dan benar menurut mereka. Mereka menganggap rendah hal-hal yang kekanak-kanakan secara berlebihan dan menjadikannya bahan hinaan. Barangkali merekalah yang memberi judul lebay dan alay pada orang-orang yang mereka anggap terlalu heboh dalam bertingkah dan bertutur kata. Padahal tanpa mereka sadari, mereka pernah bertingkah demikian setidaknya sekali atau bahkan lebih dalam hidupnya (cek alamat e-mailnya).

Yang menyedihkan, ada juga orang-orang yang justru berbeda dari komunitasnya hanya karena perbedaan status, umur ataupun kebudayaan menjadi lebih 'unik' lagi dalam bersosialisasi. Ketika mereka mencoba untuk menarik perhatian komunitas dengan sikapnya, perkataanya atau gurauannya, yang didapat hanyalah pandangan bingung dari komunitasnya karena komunitasnya benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya maksud dan akibat yang diinginkan. Jika alay melebih-lebihkan apapun yang mereka ingin sampaikan, maka kelompok orang-orang ini justru kekurangan hasil yang ingin mereka dapatkan. Dengan demikian, mari kita namakan sifat mereka sebagai kuray.

Lebay - Humoris - Serius - Kuray
Kembali saya akan menyebutkan salah satu prinsip yang saya yakini :
Semua hal tergantung pada persepsi.

Hasil penilaian terhadap seseorang mengenai klasifikasi kehidupan sosialnya akan bergantung kepada siapa yang menilai orang tersebut. Orang dalam satu kelompok (lebay, humoris, serius, maupun kuray) akan cenderung menilai bahwa teman satu kelompoknya memiliki kehidupan sosial yang wajar dan kebalikannya, orang yang saling berbeda kelompok akan dengan gampang menjudge satu sama lain dengan sebutan yang semi-menghina. Padahal akan halnya segala apapun didunia ini, tidak ada yang abadi, semuanya fluktuatif, berubah-ubah. Tidak melulu-orang akan menjadi lebay dan orang tidak akan selamanya orang menjadi kuray (kasihan sekali kalaupun iya) karena selama hidupnya akan ada momen-momen dimana mereka bisa bertukar peran dan penilaian terhadap mereka pun akan berubah.

Sebagai penutup dan kunci inti dari segala uraian yang telah saya utarakan di atas, tetaplah ingat :
Segalanya haruslah seimbang

atau sama saja dengan hukum kimia atau fisika entahlah saya lupa, mengenai kekekalan massa dimana keduanya menjelaskan bahwa apapun yang kita miliki atau perbuat haruslah seimbang. Itu sudah hukum semesta, ataupun kodrat Tuhan. Sama saja dengan pernyataan "Semuanya memiliki keburukan dan kebaikannya" yang dapat dicontohkan dengan hukum ekonomi dimana Harga akan berbanding lurus dengan Kualitas. Jika ingin mendapatkan sesuatu yang bagus (kualitas), akan ada pengorbanan besar untuk mendapatkannya (harga). Jika ada kualitas bagus dengan harga luar biasa murah, maka anda harus curiga karena entah anda sedang beruntung atau sebenarnya anda telah ditipu dan siap-siaplah menuai kerugian dan kekecewaan.

Kembali ke inti dari intinya, tetaplah jaga agar cara sosialisasi anda tetap seimbang. Jika anda lebay, ingatlah anda pasti akan menjadi dewasa, ada hal-hal penting yang mau tidak mau pasti harus dihadapi dengan cara dewasa. Jika anda humoris, ingatlah terkadang gurauan bisa disalah artikan oleh orang lain hingga akan merugikan anda sendiri. Jika anda serius, ingatlah selalu Raditya Dika dan saya yang mampu membuat hari anda lebih gembira (jika selera humor anda sama dengan kami), dan jika anda kuray, beradaptasilah, karena anda bisa lebih dari sekedar alien di komunitas anda.

Demikian pencerahan dari saya yang pada dini hari ini sedang gal--sedang gundah gulana karena banyak nyamuk di kost yang membuat saya tidak bisa tidur dan akhirnya memutuskan untuk mencoba menjelaskan rencana masa depan blog ini yang tidak hanya berisi catatan alay saya semenjak janin (ya, saya sudah alay semenjak janin), tetapi juga akan diselingi tulisan yang lebih 'ilmiah' menurut saya sendiri walaupun saya juga bingung kenapa saya malah membahas tentang alay di pagi-pagi buta. Dengan ini, Mars Go!Blog telah revived kembali.

[+/-] Klik buat Lanjut..

06 April 2011

Freak 2 + Sialan 2 : Assassin's Creed II

Twenty-two years ago, I stood where I stand now and watched my loved ones die, betrayed by those I had called friends.
Vengeance clouded my mind.
It would have consumed me, were it not for the wisdom of a few strangers, who taught me to look past my instincts.
They never preached answers, but guided me to learn from myself.

We don’t need anyone to tell us what to do; not Savonarola, not the Medici.
We are free to follow our own path.
There are those who will take that freedom from us, and too many of you gladly give it.
But it is our ability to choose whatever you think is true that makes us human . .
There is no book or teacher to give you the answers, to show you the way.
Choose your own way!
Do not follow me, or anyone else.

Ezio Auditore da Firenze

[+/-] Klik buat Lanjut..