"I feel eyes on us."
"He could be here right now, and we might not even know it."
"Assassino !"
***
I did not choose this path.
It was chosen for me.
At first, i thought vengeance would be easy.
For 30 years i'd live in the shadow.
Visited death on those who deserve it,
And vanished like the wind.
I don't know who started this conspiracy.
But I know who will end it.
My name is Ezio Auditore da Firenze.
Like my father before me, i am an assassin.
19 Maret 2011
Freak 1 : Assassin's Creed II
13 Maret 2011
Sialan 1 : Seeing the Bigger Picture
Di sore hari terlihat sebuah bus Transjakarta yang berada di halte dengan kondisi penuh penumpang. Ada seorang bapak yang menghampiri bus tersebut dan beniat untuk masuk. Dan terjadilah percakapan antara penumpang di pintu masuk dengan bapak tersebut.
“Permisi, tolong beri jalan.”
“Wah, saya sendiri susah bergerak Pak.”
“Tetapi saya perlu masuk..”
“Bapak lihat tidak sih ? Bus ini sudah penuh !’
“Tapi . .”
“Tunggu sajalah bus berikutnya ! Bapak ini ngajak ribut ya ?!”
“Tapi saya supir bus ini . .”
***
Di sebuah gerbong kereta api kelas ekonomi, para penumpang terlihat lelah mengingat kebanyakan dari mereka baru saja pulang bekerja. Terkecuali dua bocah belia yang berlari kesana kemari sembari bersuara gaduh. Awalnya para penumpang lainnya terdiam, namun ketika kedua bocah itu semakin bertingkah, ada seorang penumpang dengan jengkel menegur seorang Bapak yang menemani kedua bocah tadi, dan percakapan ini didengar oleh seisi gerbong.
“Pak, tolong dong anak kecilnya diatur, masa’ tingkahnya kayak begini ?!”
“Mohon maaf Pak, sekarang mereka terlalu senang naik kereta karena sebelumnya mereka selalu berada di rumah sakit menunggui Ibunya. Dan ibunya baru saja meninggal, sehingga sekarang kami pulang kerumah untuk mengurusi pemakamannya..”
***
Secara singkat saya hanya ingin berkomentar, salah satu hal yang diperlukan oleh semua orang, semua warga negara Republik Indonesia, adalah berpikir secara objektif. Beda pandangan, beda keyakinan itu biasa. Yang ada hanyalah saling memahami, berpikiran dingin, berpikiran jernih, dan solusi pun bisa diraih. =)
(SIALAN = Sisi Alternatif Lain)
19 Agustus 2010
Update 16 : The Safehouse
Yah, akhirnya kembali lagi gue bisa ngeblog.
Salam wajib dulu deh : Wazzup ??
Sebelumnya gue absen ngeblog gara-gara nganggur gak ngapa-ngapain di rumah.
Apa yang mau diceritain coba ?
Paling ntar kalo dipaksain jadinya kayak orang alay dan sok eksis lagi update statusnya.
“.,.,OoaHHmM,, NgaNtUk BgD nUi Br baNgUN TiduR,,...”
[Palingan orang-orang bakal comment : Maaf, ga nanya mas . .]
“ UhHH, LaPEr BGd Nui, NtAR sRaPAN pA yUPZ ?? oH BeGO, sKraNG kHAn LAgI puASa .,,,,.,”
[Kalo yang ini, ketahuan banget kalo pagi-pagi dia ga bangun sahur]
See . . ?
Gak penting banget kan ?
Nah, saat ini beda.
Ada moment yang benar-benar merubah jalan hidup dan masa depan gue.
Yaitu, gue . .
Gue . .
Gue . . gguue . . gueanteng . . !
Oh, bukan.
. . .
. .
.
.
Sebenernya, gue baru melahirkan !
. . .
Masih jawaban yang salah.
Yang bener, sekarang status gue udah ganti dari ‘bocah rumahan yang pengangguran’ jadi ‘bocah kost yang pengangguran’.
Yah, walaupun ga ada kemajuan apa-apa, yang penting gue udah pindah habitat.
Dalam rangka menunjang kehidupan sebagai bocah mahasiswa, gue disewakan sebuah kamar kost di Surabaya.
Kesan pertama gue ?
Gak ada bedanya.
Toh selama menjadi bocah rumahan yang tidak produktif, gue juga sering banget ga keluar kamar. Kecuali kalo ada aroma makanan mengalir masuk dari jendela kamar, itu pasti gue baru keluar . .
Kost gue berada di **************.
(dirahasiakan karena gue masih diburu para debt collector)
Nyaman. Extra nyaman malahan.
Satu orang satu kamar bener-bener membuat gue jadi Raja dengan teritori sebesar daun kelor.
Yang jelas, waktu pertama masuk, bbeerrssiihh banget ruangannya.
Namun, apabila melihat bagaimana kelakuan gue, rasanya kata ‘bersih’ dan ‘rapi’ akan segera jadi kenangan masa lalu yang terlupakan. \m/
Segagah apapun seorang Raja, dia bakal terlihat kusut kalo gak ada yang bisa masak makanan bagi dirinya.
Well . .
Para ngekost-er/wargakost/penghuni/apalahterserahlumaupanggilapaan juga seperti itu.
Apalagi waktu akan segera buka puasa, udah deh kami keluyuran semua beli makanan.
Tapi belum tentu juga kalo udah beli makanan wajah kami gak bakal kusut.
Terutama kalo makanan yang dibeli tuh harganya selangit dan kami harus beli gara-gara ga tanya harga, tampang kami kusut kuadrat . .
***
Anyway, ‘bocah pengangguran’ ini ternyata sukses SNMPTN lho.
Emang bener kalo kamu punya inisial nama M, A, R, atau S, rejekimu banyak . .
Apalagi kalo inisialmu itu m.a.r.s , JACKPOT !!
Gue keterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Jurusan kedokteran.
. . .
Oke, mungkin bagi para pembaca yang belum tahu,
kamu bakal berpikir ‘Ah, iya deh, ntar aku juga mau punya cita-cita jadi mahasiswa kedokteran di ITS.’
Dan bagi yang paham, kalian akan berkata kepada yang belum tahu kalau mereka itu udah gue tipu. Akhirnya yang belum tahu menjadi sadar dan berterima kasih pada yang paham. Akhirnya yang belum tahu menjadi tertolong karena yang paham, dan yang paham menjadi bingung mengapa paragraf ini sungguh susah sekali dipahami maksudnya.
Sesungguhnya karena gue diterima di jurusan Arsitektur.
Dan gue dijelaskan oleh para dosen Arsi, bahwa mahasiswa Arsitektur ITS itu BERBEDA dari yang lain.
Kami itu mutlak harus berbeda, harus kreatif, harus gila.
Be Creative, Be Crazy.
Itu tuntutan profesi seorang Arsitek. Harus selalu penuh inspirasi.
Tapi ya gitu tadi, kami harus gila.
Coba, mana ada jurusan lain di ITS yang para wisudawannya berani renang di kolam air depannya kantor Rektorat setelah acara wisuda ?
Jurusan arsitektur.
Dimana lagi coba, Kegiatan perkuliahan diperbolehkan sambil dengerin MP3, makan atau minum ?
Jurusan arsitektur.
Dimana lagi ada semua mahasiswa pake helm saat perkuliahan dalam kelas ?
Bukan jurusan arstitektur. Kami tidak segila itu . .
***
Intinya gue akhirnya memilih untuk kuliah di ITS daripada di Universitas tetangganya.
Yah, yang belum tahu, baca postingan-postingan sebelumnya.
Untung gue milih ITS.
Para penghuni baru kost gue itu semuanya anak ITS, semuanya ada 4 maba.
Coba gue ga milih ITS, wah pasti dalam pergaulan gue minder sendiri.
‘Aduh ga ada temen sekampus, aduh ga ada temen sekampus . .’
Ekkekekeke . .
Untung gue sekampus ma mereka.
Mereka adalah Debi, Arta, Rendy, Adit.
Coba nama gue Handoko, pasti inisial kami malah jadi ‘D.A.R.A.H’
Debi, anak Cilegon, jurusan Teknik Lingkungan.
Arta, anak Trenggalek, jurusan Teknik Informatika.
Rendy, anak Malang, jurusan gak jelas. Lupa soalnya.
Adit, anak Jakarta, jurusan juga terlupakan.
Mereka yang belum mengenal Surabaya, kemarin malem sempet nekat pergi ke Tunjungan Plaza walaupun yang tahu jalan cuma si Debi. Itu pun dia agak lupa jalan pulangnya.
Yah, gue yang ‘gila’ dan mereka yang ‘gokil’ tampaknya bakal jadi kombinasi yang sangat mantab.
***
Catatan kaki :
Kalo ngeliat daftar blog yang ada disebelah kanan, kalian bakal nemuin blog "Rookieliner". Itu blog asli milik Om Brenk yang legendaris lho. Langsung aja deh gue jadiin link. Tapi mudah-mudahan dia ga nemu blog gue ini dan tahu kalo separuh dari postingan gue selama ini selalu 'memuji-muji' dia. *evil laugh*
07 Juni 2010
Update 15 : Monkey to Millionaire
Apa impian anak muda jaman sekarang ?
Pasti macem-macem.
Ada yang pengin jadi Presiden,
Ada yang pengin jadi orang beken,
Ada yang pengin kawin ma Dian Sastro,
Dan juga ada yang pengin ...........
( isi titik-titik diatas sesuai dengan nafsu anda sendiri )
Intinya, kepingin jadi orang SUKSES.
Nah, ketika SMA kelas XI dulu impian sekilas gue adalah berbisnis.
Betul, berbisnis.
Tapi bukan sembarang berbisnis, melainkan bisnis yang tidak pernah tercapai sama sekali.
Ketika kelas XI, entah siapa yang pertama kali memulainya, gue dan partner – partner gue sempat berdiskusi dan berandai-andai jika kami mengelola bisnis sendiri.
Yang terlibat disini ada Gue sendiri, si Andrew Waskito, dan si Bariaji “Komeng” Bagas.
Dan ide-ide yang terlontar memang ambisius.
Ada partner yang usul jasa cuci-cuci, ada yang saran jualan makanan, ada yang ide delivery barang, dan gue sendiri mengusulkan untuk beli mikrolet sendiri, disetir gantian.
Setelah berargumentasi sekian lama dan diwarnai baku hantam penuh persahabatan seperti yang para anggota DPR sering lakukan, akhirnya disepakati bahwa kami akan berbisnis jualan pisang sesuai saran si Komeng.
Iye bener, pisang.
Bingung ye, nyari hubungannya antara anak-anak SMA yang kurang kerjaan dengan pisang ?
Yang betul olahan pisang.
Setelah sepakat kami akan mengkomersilkan si pisang, pertanyaan selanjutnya adalah : mau diapakan para pisang yang tak berdosa itu ?
Dan khayalan kami mulai melambung jauh.
Dan atas karunia-Nya, ilham pun mulai tampak.
Sang pisang akan dibuat camilan. Dia bakalan ditelanjangi, disayat-sayat, digoreng setengah matang, dan dicelup ke saus kental manis.
Pada akhirnya, dia bakal dijual, dan kami bakal jadi jutawan (rencananya).
Kesepakatan telah dicapai, kami akan mengujicoba produk kami sebelum dijual agar mengetahui selera pasar. Dan uji coba tersebut akan dilakukan di rumah Andrew beberapa hari selanjutnya.
Namun, sebelum menutup diskusi, kelanjutan obrolan kami tambah melantur kemana-mana. Kami membayangkan bagaimana produk makanan kami akan digandrungi anak-anak sekelas, kemudian berkembang hingga menjadi pemasok camilan pisang ke kantin sekolah, lalu terus berkembang sampai membuka kios di Alun-alun dan GOR Sidoarjo. Jika ada anak lain yang lewat dan mendengar percakapan kami, tentu kami bakal dikira sedang mengurus perusahaan kami yang telah sukses beranak pinak di seluruh Indonesia, saking hebohnya obrolan kami.
Akhirnya gerakan bisnis yang kami lakukan diberi nama M2M : Monkey to Millionaire.
Dan sebutan ini sebetulnya merupakan nama sebuah band Indie Fest yang dengan santainya gue comot sebagai nama ambisius bagi kami, para siswa geblek berdaya khayal tinggi.
Nama ini dianggap cocok karena arti harafiahnya :
‘Dari pisang makanan monyet, jadi jutawan’
Bukan ‘Kami (Monkey) pengin jadi kaya raya (Millionaire)’.
Dan sejak saat itu, M2M resmi didirikan.
Hari yang ditunggu telah tiba.
Di rumah Andrew kami kedatangan partner baru, si Iqbal "WC" dan juga si Rizky “Brenk” Anantho.
Bagi kami, merekrut Brenk adalah tindakan jitu karena saat itu keluarganya mengelola kios “Sulthon Kebab” di daerah Alun-alun. Setidaknya, saran-saran bisnis yang bakal dia lontarkan bakalan bijaksana.
Waktunya bagi kami untuk ber-eksperimen, dan waktunya bagi si pisang untuk menemui ajalnya. Satu hal lagi yang mengejutkan adalah Andrew menyiapkan berbotol-botol soda tawar, dan dia menawarkan untuk membuat jus pisang.
Gue menganggap dia berada diantara ‘terlalu kreatif’ atau ‘sangat kurang kerjaan’. Bayangkan saja pisang yang memiliki rasa agak pahit dan agak lumer kalo dibiarkan dalam mulut, akan dijadikan jus kental berbusa soda oleh anak sarap ini.
Dan apa yang kami lakukan setelah ini bisa disebut dengan satu kata : brutal.
Berbagai bahan yang telah disiapkan telah kami campur aduk-kan sesuai selera dan nafsu sendiri-sendiri. Dan kalau kamu peduli dengan apa yang kami lakukan terhadap si pisang, akan gue sebutkan bahan-bahan yang terlibat.
Gula, Garam, Margarin, Susu Kental Manis Cokelat dan Vanilla, Mayonaise, Keju.
Dan kalau kami mau lebih biadab lagi, masih ada Kecap, Sambal, Vetsin, Merica dan lain sebagainya.
Untungnya kami itu anak yang berpendidikan dan bermoral.
Intinya, setiap anak dapat satu potong pisang utuh yang telah digoreng setengah matang, dan dipersilahkan untuk berbuat sesuka hatinya.
Kemudian blender dipersiapkan, potongan pisang-pisang yang lain dimasukkan, beberapa botol soda dituangkan, dan larutan susu kental manis ditambahkan.
Akhirnya yang kami nanti pun telah tersedia : Jus Pisang.
Jus yang penampilannya menyedihkan, menurut pendapat gue. Larutan kental berwarna putih-kekuningan yang bagian atasnya penuh dengan gelembung yang mirip busa deterjen. Mungkin kalo ada pegawai Dinas Kesehatan melihat karya kami, dia akan buru-buru menempelkan sticker dengan tulisan ‘beracun’ pada sisi blender.
Kebodohan pun dimulai.
Setiap anak, eh . . maksud gue partner, sudah menghadapi pisang-goreng-naas masing-masing dan secangkir jus pisang yang tadi dibuat rame-rame.
Dan tanpa ba-bi-bu langsung kami makan sendiri-sendiri sampai habis.
Setelah kenyang, kami baru menyadari,
Mestinya kami berada itu disana untuk membuat dan membandingkan racikan pisang yang paling enak, kemudian racikan itu akan kami pilih sebagai produk yang akan kami jual pada konsumen.
Namun apa yang terjadi ? semuanya telah lenyap dimakan oleh peraciknya sendiri-sendiri. Bahkan jus pisang yang entah terasa sepet karena terlalu banyak soda atau memang ga cocok dibikin jus, telah kandas.
Setelah semua partner sadar, semuanya diam . . .
Hanya ada hening . . .
Kemudian terdengar suara kentut yang membahana dan kami semua mati kehabisan nafas dengan mulut berbusa.
Enggak lah ! !
Pokoknya setelah sadar dengan apa yang telah kami akukan, kami cuma ketawa dan menyatakan kalo percobaan hari itu gagal, dan akan dicoba lagi kapan-kapan.
Sayangnya, rencana tinggalah rencana.
Sampai kenaikan kelas, rencana-rencana M2M tidak lagi terdengar.
Hingga suatu hari di kelas XII, ada obrolan ringan mengenai hari valentine.
Saat itu anak cowoknya ada Gue sendiri, si Andrew Waskito, dan si Bariaji “Komeng” Bagas. Sedang anak ceweknya ada si Reza “Pithik” Nurlina, si Regina “Amin” Permata Sari, dan si Vanny Mega.
Obrolan diawali dengan keluhan terhadap mahalnya harga cokelat batangan, hingga usulan menjual cokelat buatan sendiri ke temen-temen (harga dimahalin dikit tentunya, hehe..).
Melihat peluang bisnis muncul kembali di depan mata, Gue, Andrew, dan Komeng memanas-manasi yang lain agar rencana berjualan cokelat valentine dapat diwujudkan.
Yah, kembali lagi deh seperti saat lampau. Kami kembali berdiskusi dan bermimpi bagaimana kami melakukan bisnis cokelat tersebut, dan diskusi kami kembali melantur kemana-mana, penuh dengan khayalan tingkat tinggi dan angan yang merajalela.
Kemudian nama M2M : Monkey to Millionaire kembali diperkenalkan dan dipergunakan.
Namun ketika saat itu gue yakin, pasti rencana bisnis cokelat hanyalah tinggal rencana yang impossible untuk direalisasikan. Karena itu, ketika Regina mulai berkata “Ayo, segera bikin cokelat sendiri, aku ikut. Kapan ? Di rumahnya siapa ?”, gue hanya bisa tersenyum tanpa menjawab.
Memang seiring waktu, rencana itu kembali dilupakan.
Dan M2M pun kembali menghilang . .
04 Juni 2010
Update 14 : Quotes of My Life
Di update kali ini gue akan merilis berbagai quotes yang gue ciptakan maupun yang gue comot dari orang lain. Quote-quote ini adalah yang telah ditampilkan di Facebook Account gue selama SMA, dan beberapa adalah hasil ‘komunikasi-gaul-antar-teman-SMA’.
Here goes :
“ I’m a nice person for somebody, and a jerk for somebody else. Perception always takes a major part. ”
“ Bisa melunasin hutang itu rasanya nikmatt bangett . . “
“ Makanlah ketika kau lapar, Minumlah ketika kau haus, Tidurlah ketika kau mengantuk, dan jangan pernah lelah untuk terus bernafas. “
“ Pepatah bijak mengatakan ‘Tumbuhlah dengan baik dan benar’. Tampaknya gue tumbuh dengan baik, tapi tidak benar. “
“ BERSATU PAK ! ! ~ Together Sir ! ! “
“ Gue ingin punya pelat nomor kendaraan W 1000 AN, biar dibaca ‘Wee, seribuaann’. “
“ Hajime~ hajime~ makibao~ “
“ Teori Alfian I. Bidang : Psikologi. Menyatakan : ‘Kalau melihat orang menguap, >75% kita juga ingin menguap, pada saat itu juga.’ “
“ Teori Alfian II. Bidang Psikologi. Menyatakan : ‘Makanan yang dibelikan orang lain akan terasa 5x lebih nikmat.’ “
“ No one ever know about their destiny. “
“ For me life is so simple that it can be concluded as one word : Choice. I dare say that whatever you do, anything you do, is the result of you choice. “
“ Indonesia : We can build something, but we can’t maintain it. “
“ Take a sleep means push the fast-forward button until we wake up in the next morning. “
“ Sunrise, Sunset, Sendal. “
“ The Japanese people sweat because of their hard work. The Indonesian people sweat when they eat with sambals. “
“ Die Hard = Susah Mati ?? ; Iron Man = Tukang Setrika ?? “
“ What I adore most : Knowledge and Wisdom. “
“ Once in every week, lets us scream : ‘Shit, is it monday already ?!’ “
“ To live is to learn. “
“ Most of us will never do great things. But we can do small things in a great way. “
“ Tomorrow : Worldwide Goats And Cows Massacre Day. May they have a good sleep tonight. “
“ Gue membaca kalimat ‘Tendangan Kaki Berputar’ di LKS Olahraga, dan berusaha membayangkan. Gagal. “
“ Tell me and I forget, teach me and I remember, Involve me and I learn. “
“ When life gives you lemons . . go buy lemonade and use the fruit for something sweeter and yummier. “
“ Funny is when you do something on unusual way. “
“ Siang ini, diperkirakan jumlah populasi kambing dan sapi diseluruh dunia akan merosot secara signifikan. Menteri Peternakan Indonesia berencana untuk membangun suaka marga bagi para spesies malang tersebut. “
“ L.O.V.E = Larky – Obsessional – Valuable Emotion. “
“ Keep your friend close, but your enemy closer. “
“ All I want to do, is have some fun. “
“ Akan selalu ada yang tak suka padamu, tapi mereka tak berharga untuk dipedulikan. “
“ Beware the fury of a patient man. “
“ There is something incredible waiting to be known . . mars-on-somewhere. “
“ I’m telling you this because you don’t get it. You think you get it, which is not the same as actually getting it. Get it ? “
“ My day ends with the sunrise. “
“ Things have changed for me, and that’s okay. “
“ If who I am is what I have and what I have is lost, then who am I ? “
“ If practice makes perfect and nobody perfect, then why practice ? “
“ Gomibako !! “ ( Bahasa Jepang )
“ One pill One shot. “
Update 13 : High School Review
Life must go on.
Yah, tidak terasa udah vakuum (ini u-nya emang dua kan ?) cukup lama dari jagad cyber literature. Wazzup ??
Sekarang ini gue akhirnya bisa merasakan kondisi pengangguran total, saudara-saudara sekalian. Total setotal-totalnya anak nganggur total. Dengan durasi sepanjang 3 bulan lebih, gue bener-bener jadi useless person yang tidak produktif sama sekali walaupun SNMPTN udah di depan mata . .
Beginilah riwayat hidup gue, lulus SMA dengan gemilang namun menganggur menjelang masuk kuliah. Mestinya waktu luang gini dipake buat nyari kerja sampingan kali ya ? Biar produktif dikit . .
Gue kepingin magang jadi Direktur, tapi sayangnya ga nemu perusahaan yang mau.
Itu update kondisi gue sekarang. Now, to our main topic:
Almamater.
Itulah hal yang sekarang udah gue tinggalkan.
Gue telah resmi menjadi seorang Alumni (yang ganteng) dari sebuah sekolah negeri yang berada di Kuala Lumpur, Jawa Timur.
Another 3 years have passed, dan kini gue udah bukan siswa SMA Negeri 4 Sidoarjo lagi. Dahulu kala, tidak ada pikiran untuk sekolah di tempat yang menurut Bapak-Bapak Diknas lebih tepencil daripada SMA Negeri Sidoarjo lainnya. Yah, takdir udah membawa gue ke Institusi Pendidikan yang ternyata tiada duanya ini.
Mereka bilang masa SMA tidak akan terlupakan.
Ya ga mesti juga sih.
Gimana kalo seseorang lagi asyik berjalan sambil ngupil, tiba-tiba dia tersandung dan jatuh kepala duluan, lalu amnesia total ?
Bayangkan, saudara-saudara, BAYANGKAN bagaimana berbahayanya mengupil itu.
Diulangi lagi deh.
Mereka bilang masa SMA tidak akan terlupakan.
Dan mungkin mereka benar.
Karena menurut pandangan gue, masa SMA adalah masa penuh kenikmatan dimana kita para siswa masih bisa mencontek kala mengerjakan PR, mencontek kala mengerjakan tugas, mencontek ketika ulangan, maupun mencontek ketika ujian.
Iya gue tahu, contoh diatas ga ada yang patut ditiru. But at least I said the truth.
SMA memungkinkan kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang kompak dalam satu wadah yang bernama Satu Kelas. Yeph, interaksi utama kita pasti terjadi terhadap sesama temen satu kelas.
Mari kita lihat apa saja yang pernah gue lakukan dengan teman-teman sekelas.
Pernah mbolos kegiatan pramuka bareng . .
Pernah heboh bareng waktu guru Biologi ngajarin Bab Reproduksi . .
Pernah main Poker bersama . .
Dan ya, gue kebiasaan nyebut yang jelek-jelek kalau buat contoh.
Tapi ada juga event dimana kita satu kelas kompak bersihin kelas, kompak ngecat ulang kelas, dan kompak jalan – jalan ke Bali.
Aduh, jadi inget pariwisata ke Bali.
Saat itu gue jadi ketua panitianya.
Ralat, saat itu gue sial jadi ketua panitianya.
Hanya sekitar 80% kegiatan yang sesuai rencana.
Banyakk bangett aral melintang yang dengan setia harus kami hadapi.
Peserta yang berangkat tidak seluruh siswa kelas, Pendanaan yang sempat macet, Penginapan yang ga sesuai perjanjian, Para peserta anarkis milih kamar hotel sendiri-sendiri merupakan beberapa contoh ketidakberesan manajemen yang gue pimpin.
Tapi seinget gue mereka melupakan masalah-masalah itu ketika di tempat-tempat wisata, dan enjoy menjadi wisatawan-domestik-asli-Sidoarjo. But hey, they really enjoyed it !
Ketika kembali ke Sidoarjo Raya, mereka bilang mereka merasakan so much fun . .
Yah, syukur deh kalau begitu.
Anyway, yang paling gue inget adalah kita semua berteriak dan bernyanyi bersama dengan penuh semangat dan birahi di atas Kapal Ferry saat menyeberang selat Bali pada siang hari, dan kita semua muntah-muntah di atas bus pada sore harinya. Kontras sekali . .
Sepanjang kelas XII, gue bener-bener berhenti nulis di blog. Entah karena malas, entah karena kehidupan gue terlalu garing untuk diceritakan, entah karena gue mulai aktif di twitter, atau entah karena di penghujung tahun itu gue akan menghadapi sesuatu yang dikhawatirkan oleh segenap putra-putri SMA di Indonesia : UNAS.
Ujian Nasional pada mulanya sempat diperdebatkan pelaksanaannya. Ada yang menggugat keberadaan UNAS yang menjadi penentu nasib siswa yang telah menempuh pendidikan 3 tahun, hanya dengan serangkaian ujian yang diadakan selama 5 hari, dan gugatannya dimenangkan.
Lembaga Komisi apaan gitu ( gue lupa namanya ) sempat menyatakan UNAS tidak adil jika menjadi satu-satunya penentu kelulusan. Kalau ga salah, ada sekolah di Jawa yang langsung menggelar tumpengan dan sujud syukur waktu mendengar berita ini. Tapi mereka ketipu (kasihan deh..), karena UNAS 2010 akhirnya tetap dilaksanakan.
Menghadapi hal ini, gue sih tenang-tenang aja. Tetep belajar, tetep nyontek kalo ngerjain tugas. Dan, ketenangan ini juga masih ada hingga menjelang UNAS. Kelas gue aja masih sempet main poker sambil makan kwaci berjamaah kok . .
Baru deh, beberapa minggu sebelum hari H, kami semua insyaf dan menjadi segerombolan nerd yang mengkonsumsi buku pelajaran setiap waktu.
Bebarengan dengan kegiatan UNAS, gue dan temen-temen sekolah tentu juga mulai aktif berburu Perguruan Tinggi. Banyak banget Kakak-kakak alumni dan kawan-kawan yang dateng ke Smanivda untuk menjadi cahaya penuntun bagi adik-adiknya yang buta akan dunia perkuliahan. Dan gue mengambil kesempatan ini untuk minta-minta sticker. *evil laugh*
Dan usaha gue untuk berburu jalur PMDK juga berhasil. Lewat jalur PMDK Prestasi, gue diterima sebagai Mahasiswa Universitas Airlangga jurusan Sistem Informasi.
But, gue tetep pengin mencoba SNMPTN juga. It always good untuk punya cadangan. Ya kan ?
Rasanya dari tadi gue udah melantur kemana-mana.
Finally, walau kehidupan gue di masa SMA tidak heboh-heboh banget, rasanya pengalaman hidup gue ini patut untuk dikenang.
Dan inilah comeback gue setelah 1 tahun tidak nge-blog,
Wassalamu’alaikum . .
25 Juli 2009
Update 12 : Gue (selalu) Online
Siang malam ku selalu
Menatap layar terpaku
Untuk online online
Online online
Jari dan keyboard beradu
Pasang earphone dengar lagu
Aku online online
Online online
[Saykoji – Online]
Akhir-akhir ini gue sering dengerin lagu ini.
Entahlah kalo menurut pendapat kalian, tapi yang jelas gue terhenyak ketika denger lagu-nya Om Saykoji ini,
It’s so REAL for me !
Menurut penelitian gue, Om Koji sungguh berbakat jadi pengamat.
Apa yang dia tulis di syairnya bener-bener pas dengan keadaan sekarang ini.
Pantes tuh kalo jadi paranormal.
Ngedampingin Madam Sahara, Om Koji bakal cocok pake jubah putih, kalung bling-bling, dan kacamata yang dipasang di dahi.
Dan mereka bakal nongol di iklan tivi-tivi nawarin jasa ramalan via sms.
“Whats up Yo ? I disini sebagai partner Madam Sahara akan menunjukkan pada you-you semua bagaimana nasib you yang bakal terjadi. Jadi tunggu apa lagi ? segera kirim sms you ke 14045 dan cerita apa yang you ingin tanyakan, sekarang juga. Oh ya, dan I memakai kostum ini karena I mendukung Syekh Puji. HIDUP SYEKH PUJI !! U’re my idol, bro !!”
Melihat iklan ini, Syekh Puji tentu akan menitikkan air mata saking terharunya.
***
Back to the song.
Gue ngerasa lagu ini sungguh mencerminkan bagaimana tingkah anak muda jaman sekarang.
Dan jujur aja, siapa sekarang yang belum kenal internet ?
Everybody does know internet . .
Coba deh berkunjung ke warnet, bahkan kalian akan melihat bocah-bocah hang out disana.
Heran, kalo anak-anak kecil buka situs apa sih ??
Gue pribadi mengenal internet mulai SMP, tepatnya ketika ada tugas membuat e-mail.
Bekas dari tugas itu masih ada hingga sekarang.
Account e-mail gue yang sekarang, adalah bukti awal mula perkenalan gue dengan internet.
Dan perkenalan itu berlanjut ke suatu social-network-system yang dikenal sebagai Friendster.
Yah, dulu rasanya belum menjadi bocah SMP yang ‘utuh’ kalo belum punya akun friendster.
Dan gue inget, dulu minimal 1 kali seminggu gue ke warnet cuma untuk njenguk friendster gue. Ga penting banget ye ??
Tapi semenjak Nokia N70 muncul dalam genggaman, dunia gue berubah.
Begitu juga motto gue yang ikutan berubah jadi ‘Lakukan segalanya dengan Handphonemu’.
Itu juga berarti kalo kalian lapar, kalian bisa telan HP kalian bulat-bulat.
Menurut gue, hape N70 gue adalah One-Stop Entertainment.
Mau telepon ? Ayo !
Mau sms-an ? Mari !
Mau nge-games ? Bisa !
Mau denger MP-3 ? Silahkan !
Dan satu ini yang gue demen :
Mau internetan ? Siapa takut !!
Dengan kemampuan N70 yang bisa browsing dengan leluasa itulah yang membuat gue mengalihkan segala aktifitas internet gue dari warnet ke hape.
Dipersenjatai Opera Mini, dulu gue selalu membuka akun friendster gue di hape.
Dan hal tersebut terus berlanjut hingga seakarang.
***
Lalu, di awal tahun 2007 muncul sebuah fenomena breaktrough yang luar biasa dan menggoyang dunia perkomunikasian : Aplikasi chatt via ponsel yang bernama Mix It atau yang lebih dikenal sebagai Mxit.
Awalnya, gue skeptis dengan aplikasi buatan Afrika Selatan ini. Apa sih istimewa nya ?
Setelah termakan bujuk rayuan setan berkumis (mungkin sebagian dari kalian tahu siapa yang gue maksud), gue akhirnya download nih aplikasi.
Dan gue langsung tercengang, dan mulai berubah pikiran.
Mxit ternyata sungguh teramat sangat dahsyat sekali !
Pesan dengan panjang sepanjang apapun terkirim dengan waktu hanya beberapa detik saja dan juga dengan biaya yang SANGAT-SANGAT MURAH untuk setiap message terkirimnya.
Langsung aja Mxit jadi cara berkomunikasi favorit gue.
Sepanjang tahun 2007 hingga 2008 Mxit masih tetap berjaya sebagai aplikasi yang paling sering dibuka di hape gue.
Dan bayangin aja, gue bisa seharian penuh online Mxit lewat hape gue.
Pesona Mxit akhirnya diketahui khalayak umum (baca: warga sekolah) dan mulai banyak yang tertarik.
Gue dan si setan berkumis (sebut saja namanya Brenk, dan nama diaslikan) yang termasuk dalam pioneer pengguna Mxit (boleh juga disebut sesepuh), mulai berlomba untuk menghasut temen-temen kelas supaya mereka mendownload Mxit.
Kami sukses dengan gemilang, dan kami mulai memiliki ‘pengikut’.
Bahkan menurut tebakan gue, saat itu 1 dari 4 orang di Smanivda punya Mxit di hape mereka.
Namun apa yang telah kami lakukan tiba-tiba menjadi boomerang buat kami.
Pada awal tahun 2009, ketika Mxit sudah sangat-sangat marak dikalangan siswa Smaniv, koneksi GPRS gue menjadi sangat-sangat lambat.
Dan menurut asumsi gue, ini gara-gara terlalu banyak orang yang mengakses Mxit (dan GPRS mereka tentunya) dan pihak provider layanan seluler ga kuat untuk memenuhi permintaan GPRS yang sangat bombastis itu.
Sial, gara-gara orang-orang yang gue bantuin download mxit, gue sendiri ga kebagian GPRS.
Padahal bagi gue, online adalah urusan hidup atau mati dan pada saat itu, gue dalam kondisi mati . .
Lambat laun orang-orang (yang terkutuk itu) menjadi bosan, dan mulai meninggalkan Mxit.
Padahal para provider itu sudah meningkatkan kapasitas layanan internet mereka, tetapi mereka justru meng-abandon-kan Mxit mereka.
Sekarang, dari 56 temen yang ada di Contact List Mxit gue, hanya tinggal 23 user yang masih survive dan sering mengakses Mxit.
***
Kini, muncul syndrom baru yang menjangkiti para remaja di seluruh Indonesia : Facebook.
Gara-gara Facebook, ribuan akun Friendster terbengkalai pada saat ini.
Gue termasuk yang agak telat mengikuti ‘eksodus’ tersebut.
Gue baru pindah ke Facebook ketika Friendster menjadi benar-benar sepi.
Bagi gue yang kerjaan tiap harinya online lewat hape, ternyata ya sama aja. Sama aja dua-duanya.
Mungkin sedikit perbedaan bagi diri gue sendiri adalah kini gue selektif kalo ada yang mau ‘add as friend’ gue.
Dulu ketika Friendster masih berjaya, gue mengumpulkan temen sebanyak-banyaknya. Tak peduli siapapun mereka, pasti gue approved.
Tapi kini di Facebook gue hanya berteman dengan orang-orang yang benar-benar gue kenal.
Percuma kan, temennya ada buanyak tapi yang dikenal and yang diajak ngobrol dikit ?
***
Back to the song (again),
Two thumbs up buat Syekh Saykoji dan lagu ‘Online’-nya.
Really good song.
Sedikit review bagi kalian yang mungkin bertanya kenapa gue ga memilih internetan dirumah pake komputer tetapi malah pake hape.
Jawabannya sederhana, gue dilarang akses internet dirumah.
Dan mungkin pernyataan barusan menimbulkan pertanyaan baru :
Lalu, bagaimana cara gue ngeposting post-post gue di blog ?
Jawabannya juga sederhana, gue pergi ke warnet.
Tapi, mungkin kalian noticed, dua postingan gue yang terakhir terlalu pendek dibandingin ma postingan sebelum-sebelumnya.
Itu karena Update 10 dan Update 11 gue ketik di notes hape dan juga langsung gue post lewat hape.
Asyik juga sih nulis postingan di hape, sangat praktis.
But sometimes, gue kangen kepingin ngeblog lewat komputer.
Dan tulisan ini yang sudah kalian baca dengan setia sejak beberapa menit yang lalu, adalah hasilnya.
18 Mei 2009
Update 11 : SERTIFIKASI di KUBURAN
Damn, sekarang gue baru taw apa yang jadi pelaku utama penyebab stress gue.
Cukup satu kata yang kini bikin gue jadi jengkel :
SERTIFIKASI.
Yeah, satu hal yang kini digandrungi seluruh guru di Indonesia Raya.
Dan jujur, gue sama sekali ga ngerti definisi maupun fungsinya sertifikasi.
Yang gue taw cuma para guru berlomba-lomba mengumpulkan tumpukan kertas yang jumlahnya hingga ribuan buat ditandatanganin kepala sekolah.
Ribuan kertas koran dirumah sih malah gue loak-in . .
Anyway, selain bersimpati kepada Bapak kepala sekolah yang terhormat karena tangannya berdarah-darah tandatanganin ribuan kertas dengan brutal, gue juga ngerasa jengkel sama sertifikasi.
Mengapa why ?
Karena because itu that.
Kalo guru mau sertifikasi, selain ngumpulin ribuan kertas-yang-ditandatanganin-dengan-biadab tadi, guru juga harus sertain bukti berupa karya tugas siswa.
Bagaimana cara mendapat karya tugas siswa ?
Tentu dengan menyuruh para siswa untuk ngerjakan sesuatu.
Tapi, gara-gara waktu sertifikasi para guru berbarengan, di akhir bulan Mei yang laknat ini, jadinya para guru RAMAI-RAMAI MENYIKSA MURID DENGAN MENYURUH UNTUK MENGERJAKAN TUGAS-TUGAS MEREKA DENGAN TANPA AMPUN.
Intinya, semua pelajaran ada tugas yang harus dikerjakan.
Dan semuanya bukan tugas simple yang selesai dalam 1 malam.
Melainkan tugas complicated yang minimal diselesaikan dalam 1 MINGGU.
Gue yang menyadari hal ini cuma bisa diam, menutup mata, menarik nafas panjang, dan tereak :
KYAAAAAAA . . . . ! !
Ya Tuhan, tolong berilah hambamu (yang ganteng) ini kekuatan untuk melewati cobaan-Mu yang difficult ini . .
Aaaammiiiinn . .
***
Anyhow, setelah Indonesia terkena demam facebook (farewell, friendster . .), dan demam blackberry, kini muncul satu lagi epidemi baru yang menggemparkan dunia kesehatan Indonesia :
KUBURAN BAND
. . .
Yeph, telah muncul sekelompok pemusik yang entah darimana asalnya yang kini sedang meracuni pendengaran para warga negara Indonesia.
Dan gue belum pernah ngelihat rupa mereka.
Menurut kabar yang beredar di kelas gue, dandanan mereka RockandRoll banget. Ada yang bilang mereka tuh mirip band Kiss.
Owh, gue bisa membayangkan, mereka adalah jenis band powermetal yang selalu berdandan gothic kemana-mana.
Ngerasa penasaran dengan aliran 'keras' band ini, gue pinjem hape temen gue buat ndengerin lagu hits terlaris band 'keras' ini.
Gue teken tombol play, dan gue mulai konsentrasi.
. . .
. . .
. . .
30 detik kemudian, gue menjauhkan hape naas tersebut dari telinga gue, dan menatap layar hape dengan mulut terbuka lebar.
. . .
Gue ga bisa bercerita banyak.
Yang jelas gue shock berat..
Dan yang ada di pikiran gue saat itu adalah,
membayangkan Band Metallica nyanyi lagu rohani.
Tapi ini Indonesia, alih-alih membawakan lagu religius, KUBURAN Band malah nyanyi lagu anak-anak.
Yeah, itulah breakthrough a la Indonesia.
Gue cuma bisa bilang,
Good luck, Kuburan . .
15 Mei 2009
Update 10 : Revenge of the Fallen
I'm back.
That's it.
I'm back.
Sebenernya gue bingung mau ngapain.
Pilihannya ada 2, gue mau berkeluh kesah atas berbagai hal yang bikin gue depresi saat ini, atau gue bercerita tentang aib gue, seperti biasa.
Tapi setelah dibisiki Mama Lauren kalo bikin blog itu harus fokus, gue memutuskan buat nerusin format gue as usual . .
Lagipula mana seru kalo lu mbaca postingan yang isinya cuma tentang curahan hati doank kan ?
Intinya sekarang gue lagi down, and I'm trying to cheer up dengan nulis postingan.
***
Awal bulan lalu gue sempet kecelakaan sepeda motor.
Ga seberapa parah, cuman rahang gue berubah posisi.
Kalo gue inget-inget, saat kecelakaan sikap gue keren banget,
berdiri di pinggir jalan, megang helm, tatapan menerawang jauh, tapi dagu bercucuran darah.
Beberapa hari gue tergeletak di ranjang opname. Para susternya sampai hafal ma gue.
Soalnya ga sampe 3 minggu sebelumnya gue dirawat DI KAMAR YANG SAMA gara-gara demam berdarah.
Dan satu lagi hasil dari kejadian ini :
sekarang gue pake kawat gigi.
Tapi temporary doank sih, bentar lagi dilepas.
***
Next, ada murid pindahan di kelas gue.
Anak baru yang (kurang) beruntung dapat bergabung di Reg_Gazebo (nama kelas gue) tuh diimport dari Makassar.
Namanya Rizky.
Dan dia selalu diketawain kalo lagi ngomong.
Bukan, bukan gara-gara dia ga punya gigi,
tapi logatnya dia tuh Makassar banget.
Dan misi kami selama ini hanya satu :
mengajari Rizky ngomong bahasa Jawa.
Dan tampaknya belum ada tanda-tanda kalo usaha kami menunjukkan hasil.
Huhh . .
***
Anyway, akhir Juni nanti kelas gue berlibur ke Bali.
Dan gue jadi Ketua panitia nya.
Happy ?
Absolutly NOT !
gue baru sadar kalo jabatan ini sucks.
Tapi sebagai warga negara yang baik, yang terpandang dan tanpa cela,
gue bertekad nyelesaiin tanggung jawab gue dengan baik dan benar.
Lalu, gue akan menjawab tegas kalo tahun depan ditawari jadi Ketua lagi : ENGGAK MAU, TERIMA KASIH.
***
Dan sekilas mengenai Remidy Award,
gue sukses menghindari berbagai remidial hingga saat ini.
Kelihatannya . .
Gue ga bakal menang tahun ini.
(Gyahahaha, YEESS!!)
05 Maret 2009
Update 9 : Real Bad Life
Wassup ??
Gue kemaren baru aja sempet buka blognya Bang Dika,
Dan gue nyesel.
Ternyata mahluk ajaib yang dinamakan Raditya Dika tuh kemaren sempet nongol di Acaranya Mr. Arwana : Bukan Empat Mata.
Bayangkan, seorang idola sejuta umat manusia, pahlawan bagi ibu-ibu, dan tokoh yang tersohor dikalangan tukang ojek berkesempatan untuk tampil di acara talkshow nasional..
Tentu ini adalah momment-momment bersejarah yang patut ditunggu-tunggu,
Dan dengan bodohnya gue missed it...
Sampe sekarang gue masih ga tau gimana sih suaranya Bang Dika itu ?
Apakah suaranya gahar, secara dia adalah hasil produksi orang Batak ?
Ataukah seperti yang dideskripsikan dengan bijak oleh Bang Dika sendiri :
‘Seperti suaranya gadis 13 tahun kejepit pintu.’ ??
Sumpah gue penasaran.
Sekarang kayaknya gue maw coba nyari di Youtube.
Mumpung di warnet...
***
Anyhow, gue sekarang masih dalam tahap recover dari sakit yang tiap tahun SELALU menjangkiti gue : ISPA.
Ada yang taw apa itu ISAP ?
Sorry, gue ulangi.
Ada yang taw apa itu ISPA ?
Katanya Om Dokter sih ISPA itu kepanjangan dari Infeksi Saluran Pernafasan Atas.
Capiche ?
Dan gue sakit pada SAAT YANG SALAH.
Sekarang ini gue lagi menjalani UAS, dan dengan indahnya gue sukses tergeletak sakit..
Arrgh, ga bisa mbayangin, gimana hasil ujian gue nanti..
Mana tahun ini gue kembali menemui musuh bebuyutan gue : Trigonometri.
Dan baru tadi pagi gue ngerjain ujian Matematika.
Komentar gue ?
‘AAAARRRGGHH, GIGIT YANG BUAT SOAL !!!!’
Satu lagi kesialan gue tahun ini :
Pada saat ujian, gue sekarang duduk didepan meja guru.
Yep, a bloody position...
Kayaknya sebuah pepatah bijak itu memang bener.
‘Posisi menentukan prestasi.’
Mana nyaman gue kalo tiap ndongak, yang gue lihat adalah tatapan balik guru-guru yang secara gahar mengisyaratkan:
‘Apa Lu liat-liat ? Awas Lu kalo berani nyontek, gue sodok lubang hidung lu biar tambah gede!’
Mengabaikan kenyataan bahwa lubang hidung gue memang gede, gue tetep aja mengirimkan telepati ke sesama temen gue.
Kalo ga gitu, gue berdoa dengan khusyu’, berharap ketika gue membuka mata,
Di kertas soal gue bakal ada cahaya yang memancar terang di jawaban-jawaban yang tepat disetiap nomer soalnya.
Asoi..
***
Oh ya satu lagi,
Pada saat gue lagi hunting nilai hasil ujian gue,
Gue denger kalo hasil ujian bahasa inggrisnya tuh jelek-jelek semua.
Dari kelas XI IPA 1 sampe 3 ga ada yang berhasil melampaui batas nilai minimal.
Hahh ? Whaddefak ??
Dari seratus dua puluh kepala di 3 kelas IPA, ga ada satu pun yang dapet nilai diatas batas minimal ???
Unbelipebel !!!!
***
Huhh...
Semester ini berat sekali...
Udah, sampai disini dulu,
Gue maw ngelanjutin ngetik tugas akhir semester dulu.
Ciao..
