*SPOILER* Tidak ada guyonan yang terkandung dalam posting kali ini.
Latar belakang:
Handphone N70-ME telah purna tugas. (2007-2011)
Kegiatan:
Memindahkan database berupa text-based Quotes, Notes, Messages dari memori card N70-ME ke media lain yang memiliki aksesbilitas terjamin dalam jangka panjang.
Tujuan:
1) Menjaga memori agar dapat terus diakses di masa yang akan datang (Personal Log).
2) Menjaga kelangsungan hidup dari Mars' GO! Blog.
Resiko:
Konten memori menjadi bersifat publik.
Solusi:
Ga perlu dipeduliin.
Keterangan:
Secara tidak langsung melanjutkan edisi 'Update 14 : Quotes of My Life' mengenai segala memori yang terekam di akun Facebook pribadi.
ISI:
"Up ahead we'll talk about the many ways in which you and your dog are different. Read on and you'll see what I mean !"
"If who I am is what I have and what I have is lost, then who am I ? -Anonymous"
"The real tragedy is the tragedy of the man who never in his life braces himself for his one supreme effort-he never stretches to his full capacity, never stands up to his full stature. -Arnold Bennett"
"Whether I fail or succeed shall be no man's doing but my own. I am the force. -Elaine Maxwell"
"(R)eligion (E)ducation (S)ucceding (P)roductive (E)xpercise (C)aring (T)ruthful"
"Pride gets no pleasure out of having something, only out of having more of it than the next man. -C.S. Lewis"
"Life's most urgent question is: What are you doing for others ? -Martin Luther King Jr."
"We see them come. We see them go. Some are fast. And some are slow. Not one of them is like another. Don't ask us why. Go ask your mother."
"Kuasa manusia untuk memilih memungkinkannya untuk berpikir seperti malaikat atau iblis, raja atau budak. Apapun yang dipilihnya, akan diciptakan serta diwujudkan oleh pikirannya. -Frederick Bailes"
"Sukses itu guru yang payah. Ia membius orang-orang cerdas sehingga menganggap diri mereka tidak mungkin kalah. -Bill Gates"
"Beware the fury of a patient man. -John Dryden"
"Where love rules, there is no will to power, and where power predominates, there love is lacking. The one is the shadow of the other. -Carl Gustav Jung"
"My day ends with the sunrise. Things have changed for me, and that's okay."
"Mars Gradivus Albiorix"
"Ti voglio bene (Italy). Sukiyo, suki desu (Japan), qaparHa' (Klingon), Eu gosto de ti (Portugese)"
"L.O.V.E = Larky-Obsessional-Valuable Emotion"
"Saya tahu, saya banyak salah dan saya merasa bersalah kalau salah saya itu tidak disalahkan orang lain."
"Everyone are extraordinary, along with their own specialty"
"Eat, Pray & Runaway: Film yang bercerita tentang orang yang makan di restoran mewah, berdo'a agar uangnya cukup, tapi ternyata ga bawa dompet. Jadinya malah kabur."
"Manusia memang tidak pernah kehabisan daftar keluhan."
"Nulla e reale, tutto e lecito. Requiescat in pace. (Nothing is true, everything is permitted. Rest in peace)"
"Laa shay'a waquin moutlag, bale kouloun moumkine. (Nothing is true, everything is permitted)"
"Give it a go, give it a try."
"Today is your day. Otanjoubi omodetou Gozaimasu."
"Molto bene, Architetto, Cazzo, Merda.. See ? I do speak italian because of Ezio Auditore.."
"Dan disinilah kami, duduk sunyi di dalam dunia kami, dengan ratusan macam pikiran pada masing-masing kepala kami, menyusun argumen keras yang nantinya terlontar dari mulut kami, sekedar membuktikan jika ini jalan yang terbaik bagi kami."
"Mengendalikan pikiranmu = mengendalikan kehidupanmu."
"What are you ? Robot, or Alien ?"
"Just bad joke. Menyesallah telah membacanya."
26 Desember 2011
Update 19 : Nothing to see here, move along
02 November 2011
Update 18 : Apologizing
Apologizing does not always mean that you are wrong and the other person is right.
It just means that you value your relationship more than your ego.
07 Oktober 2011
Update 17 : Tinjauan Kualitas Pencitraan Diri Melalui Pendekatan Bidang Sosialisasi Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab Sesuai EYD
Pertama-tama, ijinkanlah saya memberikan penjelasan terlebih dahulu mengenai betapa saya sangat setuju dengan suatu pernyataan bahwa fase kehidupan manusia sejak awal sampai akhir hayat adalah :
janin-bayi-batita-balita-bocah(anak-anak)-balita(bawahlimabelastahun)-remaja-ALAY-dewasa.
Saya jamin di jaman ke-galau-an ini hampir semua abege di nusantara ini mengalami siklus tersebut, dimana pencarian identitas ataupun jati diri mengalami kebimbangan ataupun kebuntuan. Bagi kita yang telah lepas dari masa-masa kegelapan itu, maupun bagi kita yang alay-nya kambuhan, janganlah bermuram durja. Sepertihalnya proses desain yang bagus dan benar, semuanya berawal dari sketsa. Sketsa kasar yang terbentuk dari hasil perawangan dan kebatinan yang belum tentu baik buruknya. Jarang ada sketsa yang benar-benar sesuai dan cocok bagi keinginan serta kebutuhan, karenanya kita terus membuat sketsa, lagi, lagi, dan lagi. Tapi siapa bilang sketsa itu tidak rupawan ? Siapa bilang alay itu tidak menarik ? semuanya punya kesan tersendiri tergantung siapa yang mempersepsikannya. Dan jika kita ingin menengok kembali seperti apakah kealay-an kita dahulu, coba cek foto akun friendster masing-masing, cek alamat e-mail pribadi, maupun cek gaya bahasa sms kita jaman SMP dahulu.
Sebagai tambahan, mohon jangan salah sangka, ada juga orang-orang yang menganggap sikap lebay (berlebihan) adalah sesuatu yang dianggap 'unik' dan 'antik' oleh orang kebanyakan, justru dipandang 'asyik' dan 'menarik' bagi mereka sendiri. Pada pandangan mereka (orang-orang unik ataupun disebut dengan kata merendahkan : alay) yang hidup diambang jaman dewasaan, anggapan dewasa = keseriusan/penuh beban menjadi tolak ukur utama. Itulah hasil penglihatan anak muda sekarang terhadap masa generasi sebelumnya.
Mereka berpikiran jika orang tambah tua akan tambah gampang stress, banyak tanggung jawabnya, tambah gampang marah, dan makin sedikit ketawa lepas.
Hasilnya, sebagian orang yang benar-benar merindukan kehidupan masa kecilnya akan sedikit-sedikit mencuri kesempatan untuk bersikap tidak dewasa. Jika tidak berhati-hati, sikap ini akan mengikis sikap dewasa dan menjadi perangkap mematikan, bukan, memalukan bagi mereka yang sebagian besar masa remaja hingga dewasa lebih banyak bertingkah lebay.
Tapi ingat, tidak semua ke'unik'an bisa secara langsung di-cap sebagai tindakan lebay. Ada juga yang memilih untuk berlebih-lebih karena memang ingin berbeda dari sikap orang kebanyakan. Mereka menganggap 'berlebihan' adalah bentuk dari sikap dan komunikasi yang inovatif, indie, breakthrough, maupun original yang biasanya menjadi selingan dalam bahasa percakapan maupun aktivitas sehari-hari. Sehingga jenis ini dikenal sebagai orang-orang yang menyenangkan dan humoris. karena tingkah mereka dianggap sebagai gurauan yang lucu dan tepat sasaran sesuai dengan situasi serta kondisi.
Kelompok sisanya, yang barangkali didominasi oleh mereka yang benar-benar terbebas dari aneka kealay-an jenis apapun atau malah alergi dari hal-hal demikian biasanya bersikap terlalu serius, sangat serius, dan serius-aholic. Kriteria lainnya adalah mereka merupakan orang-orang perkotaan dengan lifestyle tinggi dan punya pandangan sendiri mengenai cara-cara bersosialisasi yang baik dan benar menurut mereka. Mereka menganggap rendah hal-hal yang kekanak-kanakan secara berlebihan dan menjadikannya bahan hinaan. Barangkali merekalah yang memberi judul lebay dan alay pada orang-orang yang mereka anggap terlalu heboh dalam bertingkah dan bertutur kata. Padahal tanpa mereka sadari, mereka pernah bertingkah demikian setidaknya sekali atau bahkan lebih dalam hidupnya (cek alamat e-mailnya).
Yang menyedihkan, ada juga orang-orang yang justru berbeda dari komunitasnya hanya karena perbedaan status, umur ataupun kebudayaan menjadi lebih 'unik' lagi dalam bersosialisasi. Ketika mereka mencoba untuk menarik perhatian komunitas dengan sikapnya, perkataanya atau gurauannya, yang didapat hanyalah pandangan bingung dari komunitasnya karena komunitasnya benar-benar tidak mengerti apa yang sebenarnya maksud dan akibat yang diinginkan. Jika alay melebih-lebihkan apapun yang mereka ingin sampaikan, maka kelompok orang-orang ini justru kekurangan hasil yang ingin mereka dapatkan. Dengan demikian, mari kita namakan sifat mereka sebagai kuray.
Lebay - Humoris - Serius - Kuray
Kembali saya akan menyebutkan salah satu prinsip yang saya yakini :
Semua hal tergantung pada persepsi.
Hasil penilaian terhadap seseorang mengenai klasifikasi kehidupan sosialnya akan bergantung kepada siapa yang menilai orang tersebut. Orang dalam satu kelompok (lebay, humoris, serius, maupun kuray) akan cenderung menilai bahwa teman satu kelompoknya memiliki kehidupan sosial yang wajar dan kebalikannya, orang yang saling berbeda kelompok akan dengan gampang menjudge satu sama lain dengan sebutan yang semi-menghina. Padahal akan halnya segala apapun didunia ini, tidak ada yang abadi, semuanya fluktuatif, berubah-ubah. Tidak melulu-orang akan menjadi lebay dan orang tidak akan selamanya orang menjadi kuray (kasihan sekali kalaupun iya) karena selama hidupnya akan ada momen-momen dimana mereka bisa bertukar peran dan penilaian terhadap mereka pun akan berubah.
Sebagai penutup dan kunci inti dari segala uraian yang telah saya utarakan di atas, tetaplah ingat :
Segalanya haruslah seimbang
atau sama saja dengan hukum kimia atau fisika entahlah saya lupa, mengenai kekekalan massa dimana keduanya menjelaskan bahwa apapun yang kita miliki atau perbuat haruslah seimbang. Itu sudah hukum semesta, ataupun kodrat Tuhan. Sama saja dengan pernyataan "Semuanya memiliki keburukan dan kebaikannya" yang dapat dicontohkan dengan hukum ekonomi dimana Harga akan berbanding lurus dengan Kualitas. Jika ingin mendapatkan sesuatu yang bagus (kualitas), akan ada pengorbanan besar untuk mendapatkannya (harga). Jika ada kualitas bagus dengan harga luar biasa murah, maka anda harus curiga karena entah anda sedang beruntung atau sebenarnya anda telah ditipu dan siap-siaplah menuai kerugian dan kekecewaan.
Kembali ke inti dari intinya, tetaplah jaga agar cara sosialisasi anda tetap seimbang. Jika anda lebay, ingatlah anda pasti akan menjadi dewasa, ada hal-hal penting yang mau tidak mau pasti harus dihadapi dengan cara dewasa. Jika anda humoris, ingatlah terkadang gurauan bisa disalah artikan oleh orang lain hingga akan merugikan anda sendiri. Jika anda serius, ingatlah selalu Raditya Dika dan saya yang mampu membuat hari anda lebih gembira (jika selera humor anda sama dengan kami), dan jika anda kuray, beradaptasilah, karena anda bisa lebih dari sekedar alien di komunitas anda.
Demikian pencerahan dari saya yang pada dini hari ini sedang gal--sedang gundah gulana karena banyak nyamuk di kost yang membuat saya tidak bisa tidur dan akhirnya memutuskan untuk mencoba menjelaskan rencana masa depan blog ini yang tidak hanya berisi catatan alay saya semenjak janin (ya, saya sudah alay semenjak janin), tetapi juga akan diselingi tulisan yang lebih 'ilmiah' menurut saya sendiri walaupun saya juga bingung kenapa saya malah membahas tentang alay di pagi-pagi buta. Dengan ini, Mars Go!Blog telah revived kembali.
06 April 2011
Freak 2 + Sialan 2 : Assassin's Creed II
Twenty-two years ago, I stood where I stand now and watched my loved ones die, betrayed by those I had called friends.
Vengeance clouded my mind.
It would have consumed me, were it not for the wisdom of a few strangers, who taught me to look past my instincts.
They never preached answers, but guided me to learn from myself.
We don’t need anyone to tell us what to do; not Savonarola, not the Medici.
We are free to follow our own path.
There are those who will take that freedom from us, and too many of you gladly give it.
But it is our ability to choose whatever you think is true that makes us human . .
There is no book or teacher to give you the answers, to show you the way.
Choose your own way!
Do not follow me, or anyone else.
Ezio Auditore da Firenze
19 Maret 2011
Freak 1 : Assassin's Creed II
"I feel eyes on us."
"He could be here right now, and we might not even know it."
"Assassino !"
***
I did not choose this path.
It was chosen for me.
At first, i thought vengeance would be easy.
For 30 years i'd live in the shadow.
Visited death on those who deserve it,
And vanished like the wind.
I don't know who started this conspiracy.
But I know who will end it.
My name is Ezio Auditore da Firenze.
Like my father before me, i am an assassin.
13 Maret 2011
Sialan 1 : Seeing the Bigger Picture
Di sore hari terlihat sebuah bus Transjakarta yang berada di halte dengan kondisi penuh penumpang. Ada seorang bapak yang menghampiri bus tersebut dan beniat untuk masuk. Dan terjadilah percakapan antara penumpang di pintu masuk dengan bapak tersebut.
“Permisi, tolong beri jalan.”
“Wah, saya sendiri susah bergerak Pak.”
“Tetapi saya perlu masuk..”
“Bapak lihat tidak sih ? Bus ini sudah penuh !’
“Tapi . .”
“Tunggu sajalah bus berikutnya ! Bapak ini ngajak ribut ya ?!”
“Tapi saya supir bus ini . .”
***
Di sebuah gerbong kereta api kelas ekonomi, para penumpang terlihat lelah mengingat kebanyakan dari mereka baru saja pulang bekerja. Terkecuali dua bocah belia yang berlari kesana kemari sembari bersuara gaduh. Awalnya para penumpang lainnya terdiam, namun ketika kedua bocah itu semakin bertingkah, ada seorang penumpang dengan jengkel menegur seorang Bapak yang menemani kedua bocah tadi, dan percakapan ini didengar oleh seisi gerbong.
“Pak, tolong dong anak kecilnya diatur, masa’ tingkahnya kayak begini ?!”
“Mohon maaf Pak, sekarang mereka terlalu senang naik kereta karena sebelumnya mereka selalu berada di rumah sakit menunggui Ibunya. Dan ibunya baru saja meninggal, sehingga sekarang kami pulang kerumah untuk mengurusi pemakamannya..”
***
Secara singkat saya hanya ingin berkomentar, salah satu hal yang diperlukan oleh semua orang, semua warga negara Republik Indonesia, adalah berpikir secara objektif. Beda pandangan, beda keyakinan itu biasa. Yang ada hanyalah saling memahami, berpikiran dingin, berpikiran jernih, dan solusi pun bisa diraih. =)
(SIALAN = Sisi Alternatif Lain)
19 Agustus 2010
Update 16 : The Safehouse
Yah, akhirnya kembali lagi gue bisa ngeblog.
Salam wajib dulu deh : Wazzup ??
Sebelumnya gue absen ngeblog gara-gara nganggur gak ngapa-ngapain di rumah.
Apa yang mau diceritain coba ?
Paling ntar kalo dipaksain jadinya kayak orang alay dan sok eksis lagi update statusnya.
“.,.,OoaHHmM,, NgaNtUk BgD nUi Br baNgUN TiduR,,...”
[Palingan orang-orang bakal comment : Maaf, ga nanya mas . .]
“ UhHH, LaPEr BGd Nui, NtAR sRaPAN pA yUPZ ?? oH BeGO, sKraNG kHAn LAgI puASa .,,,,.,”
[Kalo yang ini, ketahuan banget kalo pagi-pagi dia ga bangun sahur]
See . . ?
Gak penting banget kan ?
Nah, saat ini beda.
Ada moment yang benar-benar merubah jalan hidup dan masa depan gue.
Yaitu, gue . .
Gue . .
Gue . . gguue . . gueanteng . . !
Oh, bukan.
. . .
. .
.
.
Sebenernya, gue baru melahirkan !
. . .
Masih jawaban yang salah.
Yang bener, sekarang status gue udah ganti dari ‘bocah rumahan yang pengangguran’ jadi ‘bocah kost yang pengangguran’.
Yah, walaupun ga ada kemajuan apa-apa, yang penting gue udah pindah habitat.
Dalam rangka menunjang kehidupan sebagai bocah mahasiswa, gue disewakan sebuah kamar kost di Surabaya.
Kesan pertama gue ?
Gak ada bedanya.
Toh selama menjadi bocah rumahan yang tidak produktif, gue juga sering banget ga keluar kamar. Kecuali kalo ada aroma makanan mengalir masuk dari jendela kamar, itu pasti gue baru keluar . .
Kost gue berada di **************.
(dirahasiakan karena gue masih diburu para debt collector)
Nyaman. Extra nyaman malahan.
Satu orang satu kamar bener-bener membuat gue jadi Raja dengan teritori sebesar daun kelor.
Yang jelas, waktu pertama masuk, bbeerrssiihh banget ruangannya.
Namun, apabila melihat bagaimana kelakuan gue, rasanya kata ‘bersih’ dan ‘rapi’ akan segera jadi kenangan masa lalu yang terlupakan. \m/
Segagah apapun seorang Raja, dia bakal terlihat kusut kalo gak ada yang bisa masak makanan bagi dirinya.
Well . .
Para ngekost-er/wargakost/penghuni/apalahterserahlumaupanggilapaan juga seperti itu.
Apalagi waktu akan segera buka puasa, udah deh kami keluyuran semua beli makanan.
Tapi belum tentu juga kalo udah beli makanan wajah kami gak bakal kusut.
Terutama kalo makanan yang dibeli tuh harganya selangit dan kami harus beli gara-gara ga tanya harga, tampang kami kusut kuadrat . .
***
Anyway, ‘bocah pengangguran’ ini ternyata sukses SNMPTN lho.
Emang bener kalo kamu punya inisial nama M, A, R, atau S, rejekimu banyak . .
Apalagi kalo inisialmu itu m.a.r.s , JACKPOT !!
Gue keterima di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
Jurusan kedokteran.
. . .
Oke, mungkin bagi para pembaca yang belum tahu,
kamu bakal berpikir ‘Ah, iya deh, ntar aku juga mau punya cita-cita jadi mahasiswa kedokteran di ITS.’
Dan bagi yang paham, kalian akan berkata kepada yang belum tahu kalau mereka itu udah gue tipu. Akhirnya yang belum tahu menjadi sadar dan berterima kasih pada yang paham. Akhirnya yang belum tahu menjadi tertolong karena yang paham, dan yang paham menjadi bingung mengapa paragraf ini sungguh susah sekali dipahami maksudnya.
Sesungguhnya karena gue diterima di jurusan Arsitektur.
Dan gue dijelaskan oleh para dosen Arsi, bahwa mahasiswa Arsitektur ITS itu BERBEDA dari yang lain.
Kami itu mutlak harus berbeda, harus kreatif, harus gila.
Be Creative, Be Crazy.
Itu tuntutan profesi seorang Arsitek. Harus selalu penuh inspirasi.
Tapi ya gitu tadi, kami harus gila.
Coba, mana ada jurusan lain di ITS yang para wisudawannya berani renang di kolam air depannya kantor Rektorat setelah acara wisuda ?
Jurusan arsitektur.
Dimana lagi coba, Kegiatan perkuliahan diperbolehkan sambil dengerin MP3, makan atau minum ?
Jurusan arsitektur.
Dimana lagi ada semua mahasiswa pake helm saat perkuliahan dalam kelas ?
Bukan jurusan arstitektur. Kami tidak segila itu . .
***
Intinya gue akhirnya memilih untuk kuliah di ITS daripada di Universitas tetangganya.
Yah, yang belum tahu, baca postingan-postingan sebelumnya.
Untung gue milih ITS.
Para penghuni baru kost gue itu semuanya anak ITS, semuanya ada 4 maba.
Coba gue ga milih ITS, wah pasti dalam pergaulan gue minder sendiri.
‘Aduh ga ada temen sekampus, aduh ga ada temen sekampus . .’
Ekkekekeke . .
Untung gue sekampus ma mereka.
Mereka adalah Debi, Arta, Rendy, Adit.
Coba nama gue Handoko, pasti inisial kami malah jadi ‘D.A.R.A.H’
Debi, anak Cilegon, jurusan Teknik Lingkungan.
Arta, anak Trenggalek, jurusan Teknik Informatika.
Rendy, anak Malang, jurusan gak jelas. Lupa soalnya.
Adit, anak Jakarta, jurusan juga terlupakan.
Mereka yang belum mengenal Surabaya, kemarin malem sempet nekat pergi ke Tunjungan Plaza walaupun yang tahu jalan cuma si Debi. Itu pun dia agak lupa jalan pulangnya.
Yah, gue yang ‘gila’ dan mereka yang ‘gokil’ tampaknya bakal jadi kombinasi yang sangat mantab.
***
Catatan kaki :
Kalo ngeliat daftar blog yang ada disebelah kanan, kalian bakal nemuin blog "Rookieliner". Itu blog asli milik Om Brenk yang legendaris lho. Langsung aja deh gue jadiin link. Tapi mudah-mudahan dia ga nemu blog gue ini dan tahu kalo separuh dari postingan gue selama ini selalu 'memuji-muji' dia. *evil laugh*
07 Juni 2010
Update 15 : Monkey to Millionaire
Apa impian anak muda jaman sekarang ?
Pasti macem-macem.
Ada yang pengin jadi Presiden,
Ada yang pengin jadi orang beken,
Ada yang pengin kawin ma Dian Sastro,
Dan juga ada yang pengin ...........
( isi titik-titik diatas sesuai dengan nafsu anda sendiri )
Intinya, kepingin jadi orang SUKSES.
Nah, ketika SMA kelas XI dulu impian sekilas gue adalah berbisnis.
Betul, berbisnis.
Tapi bukan sembarang berbisnis, melainkan bisnis yang tidak pernah tercapai sama sekali.
Ketika kelas XI, entah siapa yang pertama kali memulainya, gue dan partner – partner gue sempat berdiskusi dan berandai-andai jika kami mengelola bisnis sendiri.
Yang terlibat disini ada Gue sendiri, si Andrew Waskito, dan si Bariaji “Komeng” Bagas.
Dan ide-ide yang terlontar memang ambisius.
Ada partner yang usul jasa cuci-cuci, ada yang saran jualan makanan, ada yang ide delivery barang, dan gue sendiri mengusulkan untuk beli mikrolet sendiri, disetir gantian.
Setelah berargumentasi sekian lama dan diwarnai baku hantam penuh persahabatan seperti yang para anggota DPR sering lakukan, akhirnya disepakati bahwa kami akan berbisnis jualan pisang sesuai saran si Komeng.
Iye bener, pisang.
Bingung ye, nyari hubungannya antara anak-anak SMA yang kurang kerjaan dengan pisang ?
Yang betul olahan pisang.
Setelah sepakat kami akan mengkomersilkan si pisang, pertanyaan selanjutnya adalah : mau diapakan para pisang yang tak berdosa itu ?
Dan khayalan kami mulai melambung jauh.
Dan atas karunia-Nya, ilham pun mulai tampak.
Sang pisang akan dibuat camilan. Dia bakalan ditelanjangi, disayat-sayat, digoreng setengah matang, dan dicelup ke saus kental manis.
Pada akhirnya, dia bakal dijual, dan kami bakal jadi jutawan (rencananya).
Kesepakatan telah dicapai, kami akan mengujicoba produk kami sebelum dijual agar mengetahui selera pasar. Dan uji coba tersebut akan dilakukan di rumah Andrew beberapa hari selanjutnya.
Namun, sebelum menutup diskusi, kelanjutan obrolan kami tambah melantur kemana-mana. Kami membayangkan bagaimana produk makanan kami akan digandrungi anak-anak sekelas, kemudian berkembang hingga menjadi pemasok camilan pisang ke kantin sekolah, lalu terus berkembang sampai membuka kios di Alun-alun dan GOR Sidoarjo. Jika ada anak lain yang lewat dan mendengar percakapan kami, tentu kami bakal dikira sedang mengurus perusahaan kami yang telah sukses beranak pinak di seluruh Indonesia, saking hebohnya obrolan kami.
Akhirnya gerakan bisnis yang kami lakukan diberi nama M2M : Monkey to Millionaire.
Dan sebutan ini sebetulnya merupakan nama sebuah band Indie Fest yang dengan santainya gue comot sebagai nama ambisius bagi kami, para siswa geblek berdaya khayal tinggi.
Nama ini dianggap cocok karena arti harafiahnya :
‘Dari pisang makanan monyet, jadi jutawan’
Bukan ‘Kami (Monkey) pengin jadi kaya raya (Millionaire)’.
Dan sejak saat itu, M2M resmi didirikan.
Hari yang ditunggu telah tiba.
Di rumah Andrew kami kedatangan partner baru, si Iqbal "WC" dan juga si Rizky “Brenk” Anantho.
Bagi kami, merekrut Brenk adalah tindakan jitu karena saat itu keluarganya mengelola kios “Sulthon Kebab” di daerah Alun-alun. Setidaknya, saran-saran bisnis yang bakal dia lontarkan bakalan bijaksana.
Waktunya bagi kami untuk ber-eksperimen, dan waktunya bagi si pisang untuk menemui ajalnya. Satu hal lagi yang mengejutkan adalah Andrew menyiapkan berbotol-botol soda tawar, dan dia menawarkan untuk membuat jus pisang.
Gue menganggap dia berada diantara ‘terlalu kreatif’ atau ‘sangat kurang kerjaan’. Bayangkan saja pisang yang memiliki rasa agak pahit dan agak lumer kalo dibiarkan dalam mulut, akan dijadikan jus kental berbusa soda oleh anak sarap ini.
Dan apa yang kami lakukan setelah ini bisa disebut dengan satu kata : brutal.
Berbagai bahan yang telah disiapkan telah kami campur aduk-kan sesuai selera dan nafsu sendiri-sendiri. Dan kalau kamu peduli dengan apa yang kami lakukan terhadap si pisang, akan gue sebutkan bahan-bahan yang terlibat.
Gula, Garam, Margarin, Susu Kental Manis Cokelat dan Vanilla, Mayonaise, Keju.
Dan kalau kami mau lebih biadab lagi, masih ada Kecap, Sambal, Vetsin, Merica dan lain sebagainya.
Untungnya kami itu anak yang berpendidikan dan bermoral.
Intinya, setiap anak dapat satu potong pisang utuh yang telah digoreng setengah matang, dan dipersilahkan untuk berbuat sesuka hatinya.
Kemudian blender dipersiapkan, potongan pisang-pisang yang lain dimasukkan, beberapa botol soda dituangkan, dan larutan susu kental manis ditambahkan.
Akhirnya yang kami nanti pun telah tersedia : Jus Pisang.
Jus yang penampilannya menyedihkan, menurut pendapat gue. Larutan kental berwarna putih-kekuningan yang bagian atasnya penuh dengan gelembung yang mirip busa deterjen. Mungkin kalo ada pegawai Dinas Kesehatan melihat karya kami, dia akan buru-buru menempelkan sticker dengan tulisan ‘beracun’ pada sisi blender.
Kebodohan pun dimulai.
Setiap anak, eh . . maksud gue partner, sudah menghadapi pisang-goreng-naas masing-masing dan secangkir jus pisang yang tadi dibuat rame-rame.
Dan tanpa ba-bi-bu langsung kami makan sendiri-sendiri sampai habis.
Setelah kenyang, kami baru menyadari,
Mestinya kami berada itu disana untuk membuat dan membandingkan racikan pisang yang paling enak, kemudian racikan itu akan kami pilih sebagai produk yang akan kami jual pada konsumen.
Namun apa yang terjadi ? semuanya telah lenyap dimakan oleh peraciknya sendiri-sendiri. Bahkan jus pisang yang entah terasa sepet karena terlalu banyak soda atau memang ga cocok dibikin jus, telah kandas.
Setelah semua partner sadar, semuanya diam . . .
Hanya ada hening . . .
Kemudian terdengar suara kentut yang membahana dan kami semua mati kehabisan nafas dengan mulut berbusa.
Enggak lah ! !
Pokoknya setelah sadar dengan apa yang telah kami akukan, kami cuma ketawa dan menyatakan kalo percobaan hari itu gagal, dan akan dicoba lagi kapan-kapan.
Sayangnya, rencana tinggalah rencana.
Sampai kenaikan kelas, rencana-rencana M2M tidak lagi terdengar.
Hingga suatu hari di kelas XII, ada obrolan ringan mengenai hari valentine.
Saat itu anak cowoknya ada Gue sendiri, si Andrew Waskito, dan si Bariaji “Komeng” Bagas. Sedang anak ceweknya ada si Reza “Pithik” Nurlina, si Regina “Amin” Permata Sari, dan si Vanny Mega.
Obrolan diawali dengan keluhan terhadap mahalnya harga cokelat batangan, hingga usulan menjual cokelat buatan sendiri ke temen-temen (harga dimahalin dikit tentunya, hehe..).
Melihat peluang bisnis muncul kembali di depan mata, Gue, Andrew, dan Komeng memanas-manasi yang lain agar rencana berjualan cokelat valentine dapat diwujudkan.
Yah, kembali lagi deh seperti saat lampau. Kami kembali berdiskusi dan bermimpi bagaimana kami melakukan bisnis cokelat tersebut, dan diskusi kami kembali melantur kemana-mana, penuh dengan khayalan tingkat tinggi dan angan yang merajalela.
Kemudian nama M2M : Monkey to Millionaire kembali diperkenalkan dan dipergunakan.
Namun ketika saat itu gue yakin, pasti rencana bisnis cokelat hanyalah tinggal rencana yang impossible untuk direalisasikan. Karena itu, ketika Regina mulai berkata “Ayo, segera bikin cokelat sendiri, aku ikut. Kapan ? Di rumahnya siapa ?”, gue hanya bisa tersenyum tanpa menjawab.
Memang seiring waktu, rencana itu kembali dilupakan.
Dan M2M pun kembali menghilang . .
04 Juni 2010
Update 14 : Quotes of My Life
Di update kali ini gue akan merilis berbagai quotes yang gue ciptakan maupun yang gue comot dari orang lain. Quote-quote ini adalah yang telah ditampilkan di Facebook Account gue selama SMA, dan beberapa adalah hasil ‘komunikasi-gaul-antar-teman-SMA’.
Here goes :
“ I’m a nice person for somebody, and a jerk for somebody else. Perception always takes a major part. ”
“ Bisa melunasin hutang itu rasanya nikmatt bangett . . “
“ Makanlah ketika kau lapar, Minumlah ketika kau haus, Tidurlah ketika kau mengantuk, dan jangan pernah lelah untuk terus bernafas. “
“ Pepatah bijak mengatakan ‘Tumbuhlah dengan baik dan benar’. Tampaknya gue tumbuh dengan baik, tapi tidak benar. “
“ BERSATU PAK ! ! ~ Together Sir ! ! “
“ Gue ingin punya pelat nomor kendaraan W 1000 AN, biar dibaca ‘Wee, seribuaann’. “
“ Hajime~ hajime~ makibao~ “
“ Teori Alfian I. Bidang : Psikologi. Menyatakan : ‘Kalau melihat orang menguap, >75% kita juga ingin menguap, pada saat itu juga.’ “
“ Teori Alfian II. Bidang Psikologi. Menyatakan : ‘Makanan yang dibelikan orang lain akan terasa 5x lebih nikmat.’ “
“ No one ever know about their destiny. “
“ For me life is so simple that it can be concluded as one word : Choice. I dare say that whatever you do, anything you do, is the result of you choice. “
“ Indonesia : We can build something, but we can’t maintain it. “
“ Take a sleep means push the fast-forward button until we wake up in the next morning. “
“ Sunrise, Sunset, Sendal. “
“ The Japanese people sweat because of their hard work. The Indonesian people sweat when they eat with sambals. “
“ Die Hard = Susah Mati ?? ; Iron Man = Tukang Setrika ?? “
“ What I adore most : Knowledge and Wisdom. “
“ Once in every week, lets us scream : ‘Shit, is it monday already ?!’ “
“ To live is to learn. “
“ Most of us will never do great things. But we can do small things in a great way. “
“ Tomorrow : Worldwide Goats And Cows Massacre Day. May they have a good sleep tonight. “
“ Gue membaca kalimat ‘Tendangan Kaki Berputar’ di LKS Olahraga, dan berusaha membayangkan. Gagal. “
“ Tell me and I forget, teach me and I remember, Involve me and I learn. “
“ When life gives you lemons . . go buy lemonade and use the fruit for something sweeter and yummier. “
“ Funny is when you do something on unusual way. “
“ Siang ini, diperkirakan jumlah populasi kambing dan sapi diseluruh dunia akan merosot secara signifikan. Menteri Peternakan Indonesia berencana untuk membangun suaka marga bagi para spesies malang tersebut. “
“ L.O.V.E = Larky – Obsessional – Valuable Emotion. “
“ Keep your friend close, but your enemy closer. “
“ All I want to do, is have some fun. “
“ Akan selalu ada yang tak suka padamu, tapi mereka tak berharga untuk dipedulikan. “
“ Beware the fury of a patient man. “
“ There is something incredible waiting to be known . . mars-on-somewhere. “
“ I’m telling you this because you don’t get it. You think you get it, which is not the same as actually getting it. Get it ? “
“ My day ends with the sunrise. “
“ Things have changed for me, and that’s okay. “
“ If who I am is what I have and what I have is lost, then who am I ? “
“ If practice makes perfect and nobody perfect, then why practice ? “
“ Gomibako !! “ ( Bahasa Jepang )
“ One pill One shot. “
Update 13 : High School Review
Life must go on.
Yah, tidak terasa udah vakuum (ini u-nya emang dua kan ?) cukup lama dari jagad cyber literature. Wazzup ??
Sekarang ini gue akhirnya bisa merasakan kondisi pengangguran total, saudara-saudara sekalian. Total setotal-totalnya anak nganggur total. Dengan durasi sepanjang 3 bulan lebih, gue bener-bener jadi useless person yang tidak produktif sama sekali walaupun SNMPTN udah di depan mata . .
Beginilah riwayat hidup gue, lulus SMA dengan gemilang namun menganggur menjelang masuk kuliah. Mestinya waktu luang gini dipake buat nyari kerja sampingan kali ya ? Biar produktif dikit . .
Gue kepingin magang jadi Direktur, tapi sayangnya ga nemu perusahaan yang mau.
Itu update kondisi gue sekarang. Now, to our main topic:
Almamater.
Itulah hal yang sekarang udah gue tinggalkan.
Gue telah resmi menjadi seorang Alumni (yang ganteng) dari sebuah sekolah negeri yang berada di Kuala Lumpur, Jawa Timur.
Another 3 years have passed, dan kini gue udah bukan siswa SMA Negeri 4 Sidoarjo lagi. Dahulu kala, tidak ada pikiran untuk sekolah di tempat yang menurut Bapak-Bapak Diknas lebih tepencil daripada SMA Negeri Sidoarjo lainnya. Yah, takdir udah membawa gue ke Institusi Pendidikan yang ternyata tiada duanya ini.
Mereka bilang masa SMA tidak akan terlupakan.
Ya ga mesti juga sih.
Gimana kalo seseorang lagi asyik berjalan sambil ngupil, tiba-tiba dia tersandung dan jatuh kepala duluan, lalu amnesia total ?
Bayangkan, saudara-saudara, BAYANGKAN bagaimana berbahayanya mengupil itu.
Diulangi lagi deh.
Mereka bilang masa SMA tidak akan terlupakan.
Dan mungkin mereka benar.
Karena menurut pandangan gue, masa SMA adalah masa penuh kenikmatan dimana kita para siswa masih bisa mencontek kala mengerjakan PR, mencontek kala mengerjakan tugas, mencontek ketika ulangan, maupun mencontek ketika ujian.
Iya gue tahu, contoh diatas ga ada yang patut ditiru. But at least I said the truth.
SMA memungkinkan kita untuk menjadi pribadi-pribadi yang kompak dalam satu wadah yang bernama Satu Kelas. Yeph, interaksi utama kita pasti terjadi terhadap sesama temen satu kelas.
Mari kita lihat apa saja yang pernah gue lakukan dengan teman-teman sekelas.
Pernah mbolos kegiatan pramuka bareng . .
Pernah heboh bareng waktu guru Biologi ngajarin Bab Reproduksi . .
Pernah main Poker bersama . .
Dan ya, gue kebiasaan nyebut yang jelek-jelek kalau buat contoh.
Tapi ada juga event dimana kita satu kelas kompak bersihin kelas, kompak ngecat ulang kelas, dan kompak jalan – jalan ke Bali.
Aduh, jadi inget pariwisata ke Bali.
Saat itu gue jadi ketua panitianya.
Ralat, saat itu gue sial jadi ketua panitianya.
Hanya sekitar 80% kegiatan yang sesuai rencana.
Banyakk bangett aral melintang yang dengan setia harus kami hadapi.
Peserta yang berangkat tidak seluruh siswa kelas, Pendanaan yang sempat macet, Penginapan yang ga sesuai perjanjian, Para peserta anarkis milih kamar hotel sendiri-sendiri merupakan beberapa contoh ketidakberesan manajemen yang gue pimpin.
Tapi seinget gue mereka melupakan masalah-masalah itu ketika di tempat-tempat wisata, dan enjoy menjadi wisatawan-domestik-asli-Sidoarjo. But hey, they really enjoyed it !
Ketika kembali ke Sidoarjo Raya, mereka bilang mereka merasakan so much fun . .
Yah, syukur deh kalau begitu.
Anyway, yang paling gue inget adalah kita semua berteriak dan bernyanyi bersama dengan penuh semangat dan birahi di atas Kapal Ferry saat menyeberang selat Bali pada siang hari, dan kita semua muntah-muntah di atas bus pada sore harinya. Kontras sekali . .
Sepanjang kelas XII, gue bener-bener berhenti nulis di blog. Entah karena malas, entah karena kehidupan gue terlalu garing untuk diceritakan, entah karena gue mulai aktif di twitter, atau entah karena di penghujung tahun itu gue akan menghadapi sesuatu yang dikhawatirkan oleh segenap putra-putri SMA di Indonesia : UNAS.
Ujian Nasional pada mulanya sempat diperdebatkan pelaksanaannya. Ada yang menggugat keberadaan UNAS yang menjadi penentu nasib siswa yang telah menempuh pendidikan 3 tahun, hanya dengan serangkaian ujian yang diadakan selama 5 hari, dan gugatannya dimenangkan.
Lembaga Komisi apaan gitu ( gue lupa namanya ) sempat menyatakan UNAS tidak adil jika menjadi satu-satunya penentu kelulusan. Kalau ga salah, ada sekolah di Jawa yang langsung menggelar tumpengan dan sujud syukur waktu mendengar berita ini. Tapi mereka ketipu (kasihan deh..), karena UNAS 2010 akhirnya tetap dilaksanakan.
Menghadapi hal ini, gue sih tenang-tenang aja. Tetep belajar, tetep nyontek kalo ngerjain tugas. Dan, ketenangan ini juga masih ada hingga menjelang UNAS. Kelas gue aja masih sempet main poker sambil makan kwaci berjamaah kok . .
Baru deh, beberapa minggu sebelum hari H, kami semua insyaf dan menjadi segerombolan nerd yang mengkonsumsi buku pelajaran setiap waktu.
Bebarengan dengan kegiatan UNAS, gue dan temen-temen sekolah tentu juga mulai aktif berburu Perguruan Tinggi. Banyak banget Kakak-kakak alumni dan kawan-kawan yang dateng ke Smanivda untuk menjadi cahaya penuntun bagi adik-adiknya yang buta akan dunia perkuliahan. Dan gue mengambil kesempatan ini untuk minta-minta sticker. *evil laugh*
Dan usaha gue untuk berburu jalur PMDK juga berhasil. Lewat jalur PMDK Prestasi, gue diterima sebagai Mahasiswa Universitas Airlangga jurusan Sistem Informasi.
But, gue tetep pengin mencoba SNMPTN juga. It always good untuk punya cadangan. Ya kan ?
Rasanya dari tadi gue udah melantur kemana-mana.
Finally, walau kehidupan gue di masa SMA tidak heboh-heboh banget, rasanya pengalaman hidup gue ini patut untuk dikenang.
Dan inilah comeback gue setelah 1 tahun tidak nge-blog,
Wassalamu’alaikum . .
